Pendeta Cabul Hanny Layantara Divonis 10 Tahun, Keluarga: Kami Berharap Dikebiri

- 22 September 2020, 10:03 WIB
Hanny Layantara Pendeta Happy Family Center (HFC). /ist

PORTALSURABAYA.COM – Kasus kejahatan seksual yang telah dilakukan terhitung sejak tahun 2005 hingga 2011 oleh Hanny Layantara (57) pemuka agama di gereja Happy Family Center (HFC) di Jalan Embong Sawo, Surabaya terbukti secarah sah dan meyakinkan bersalah.

Hanny Layantara, yang menjadi terdakwa, terbukti telah mencabuli Irene Wiryanto, anak dari Andy Wiryanto Ong alias Andy Waspada. Andy adalah eksportir terkenal Surabaya. Pria yang berkantor di Jalan Waspada Surabaya, dikenal pendana gereja tempat Pendeta Hanny mencari nafkah.

Atas hal itu, Majelis Hakim yang dipimpin Johanis Hehamony memvonis pendeta Hanny Layantara pidana penjara 10 tahun dan denda Rp.100 juta subsider 6 bulan penjara sesuai dengan Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak akhirnya dengan mempertimbangkan fakta hukum di persidangan.

Putusan Majelis Hakim yang dibacakan pada sidang Senin 21/09 di PN Surabaya sesuai dengan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Baca Juga: Link Live Streaming In The Soop BTS Ver Episode Lengkap Subtitle Indonesia

Melihat putusan Majelis Hakim, itu Eidden Bethania Thenu juru bicara keluarga korban menanggapi putusan ini dengan rasa syukur. Tetapi, vonis tersebut belum sebanding dengan trauma korban.

“Kita sih berharap ada tambahan hukuman kebiri. Tapi nyatanya kan tidak. Kejahatan yang dilakukan oleh terdakwa, tidak bisa dibayar dengan apa pun,” kata juru bicara keluarga korban, Bethania Thenu, Senin (21/9/2020).

Baca Juga: Pilih Transaksi Digital Selama Masa PSBB, Simak Cara Top Up ShopeePay

Sementara, Abdurrachman Saleh, penasihat hukum terdakwa Hanny Layantara, saat ditanya terkait tanggapannya atas putusan ini langsung menyatakan banding. Sedangkan JPU Rista Erna dan Sabetania R. Paembonan menyatakan pikir-pikir. "Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada majelis hakim yang telah membuat putusan terhadap klien kami, dengan ini kami sebagai penasihat hukum terdakwa tidak sependapat dengan putusan tersebut, maka kami mangajukan upaya hukum lain berupa banding," tegas PH asal Situbondo tersebut di hadapan awak media usai sidang digelar.

Halaman:

Editor: Putri Ayu Andar Wanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X