Hari Pertama Peluncuran Tim Pemburu Protokol Kesehatan, Beberapa Cafe di Surabaya Masih Tetap Nekat

- 17 September 2020, 06:30 WIB
Untuk mengelabui petugas, para pemilik cafe sengaja memadamkan listrik. Padahal kegiatan yang melanggar protokol kesehatan masih terus berlangsung di dalam cafe. Foto: Wicak /


PORTALSURABAYA.com - Pemerintah Kota Surabaya telah mensosialisasikan terkait protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker ketika berada di luar, serta sering melakukan cuci tangan dan menjaga jarak.

Salah satu keseriusan Pemkot Surabaya dalam menaggulangi pandemi Covid-19, dengan meluncurkan Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan.

Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan yang dilepas langsung oleh Kapolda Jatim beserta Forkompimda Surabaya di halaman Mapolrestabes, pada Rabu (16/9/2020), ternyata tidak berdaya menghadapi beberapa oknum pengusaha cafe yang ada di Kota Surabaya.

Hal ini dapat dilihat, masih banyaknya cafe-cafe tersebut masih membuka usahanya hingga larut malam.

Anehnya, para tim pemburu pelanggar protokol kesehatan yang baru diluncurkan ini, sekana tak berdaya dan tidak berani untuk menjamah beberapa cafe ternama di Surabaya. Sebut saja, Cafe Braseery yang berlokasi di Jalan Sumatera Surabaya, Holywings Gold di Jalan Basuki Rachmat, Cafe Gozadera Jl Sriwijaya No 22 serta Cafe Blue Fish Rasa Sayang yang berlokasi di Jalan Tegalsari Surabaya yang sampai saat berita ini diturunkan tadi malam masih nekat membuat usahanya sampai larut malam.

Baca Juga: Ternyata Beginilah Kelanjutan dari Indosiar Paska Ditutup Karena COVID-19..

Sejumlah cafe ternama ini pun di duga telah mengetahui kegiatan tim pemburu pelanggar protokol kesehatan dengan cara mematikan lampu seolah tidak ada kegiatan sama sekali.

Tapi kenyataannya, masih banyaknya orang yang hadir di dalam cafe tersebut tanpa mematuhi protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker dan tanpa melakukan sosial distancing.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, salah seorang juru parkir berinisial H mengatakan, jika kegiatan cafe untuk saat ini dan seterusnya akan dilakukan pemadaman lampu depan, seolah-olah sudah selesai. Namun sebenarnya, kegiatan tetap berlanjut hingga dini hari.

Bahkan di duga sudah ada oknum yang telah mengatur kegiatan ini, jika ada razia Perwali 33 Tahun 2020. Untuk menyiasati hal tersebut, beberapa cafe ternama ini akan menghentikan kegiatannya beberapa saat. Hingga dirasa cukup aman lalu melanjutkan kegiatan tersebut hingga larut malam bahkan sampai pagi hari.**

Halaman:

Editor: Argo Santoso


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X