Siswa SMP di Surabaya Rela Habiskan Waktu Bermain dengan Mengambil Sampah Organik dari Warung Adopsi

- 11 September 2020, 19:18 WIB
Tristan Keysandra Ali Pasha /

PORTAL SURABAYA -  Tristan Kesyandra Ali Pasha, seorang siswa di SMP Negeri 41 Surabaya, memiliki pemikiran yang berbeda dengan anak lain seumurannya.

Selama setahun belakangan ini, ia ingin mengolah sampah atau barang-barang bekas agar menjadi lebih berguna, daripada dibuang begitu saja.

"Yang perlu kalian tahu ya, barang-barang bekas itu selalu kalian buang, tapi menurut saya barang-barang bekas itu bisa saya olah," kata Tristan dikutip dari postingan akun Instagram tristan_9906 tanggal 10 Agustus 2019 lalu.

Sejak SMP dia sudah sering mengolah barang bekas menjadi barang yang lebi berguna. Namun sejak awal tahun 2020, dia merubah cara pengolahan barang-barang bekas menjadi ke pengolahan sampah organik.

"Proyek saya adalah Maggot Pasukan Lalat Tentara Hitam solusi Sampah Organik," tulis Tristan yang lahir pada 9 September 2006.

Dari proyek yang dijalankan dalam rangka mengikuti Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2020 itu, ia bersama ayahnya setiap hari mengumpulkan sampah organik.

Sampah organik ia ambil dari warung adopsi sekitar rumahnya dan rumah tetangganya, yang beralamatkan di Jalan Pandegiling nomor 97, Dr. Soetomo, Kec. Tegalsari, Kota Surabaya.

"Saya punya rutinitas mengambil sisa sampah di 2 warung adopsi untuk makan maggot, rata-rata dapat sampah sebanyak 50 kg," tulis Tristan yang merupakan anak pertama dari 4 bersaudara.

Jika dihitung setiap hari sebanyak 50 kg dan sudah dijalani sejak Februari sampai September 2020, total sampah organik yang telah diolah Tristan sebanyak 10 ton lebih.

Sebelum mengikuti ajang Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2020, Tristan juga sudah mengikuti Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019 dan Keluarga Zero Waste 2019.

Halaman:

Editor: Miftahul Ummah

Sumber: Instagram


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X