Ini Kata Alim Markus, Jika Ekonomi Jatim Bisa Bergerak...

- 10 Agustus 2020, 15:51 WIB
Alim Markus CEO PT Maspion group memberi keterangan soal pergerakan ekonomi di Jawa timur /Anto/
 
 
Portal Surabaya, Pikiran Rakyat Lambatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia, terutama Jawa Timur ternyata dimasa Pandemi Covid 19, oleh pengusaha senior Alim Markus mengatakan membawa pengaruh besar terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Dimana, sektor usaha amat terpukul, terutama transportasi, pariwisata, dan hotel. Untuk memulihkan ekonomi, ia berpendapat ruang sosial-ekonomi harus dibuka lagi, tentu dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.
“Ekonomi tentunya juga terpengaruh, apalagi kalau ada PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Sekarang ini agak lumayan karena tidak ada PSBB. Jadi, kalau mau pemulihan, harusnya jangan ada PSBB,” kata Alim, Senin, (10/8/2020).
      Apalagi presiden Direktur Maspion Group itu mengakui bahwa Indonesia kini dalam ancama resesi ekonomi. Itu juga ancaman bagi pengusaha. Kendati begitu, Alim mengaku optimistis Indonesia akan mampu melewati itu dan ekonomi pulih kembali. Kuncinya itu tadi, PSBB dilonggarkan. “Kita masing-masing pengusaha juga harus tekun, harus rajin,” tandasnya.
      Tentu saja, lanjut Alim, pelonggaran PSBB harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu diperlukan agar COVID-19 juga bisa ditekan sehingga kondisi diharapkan bisa kembali normal. “Masyarakatnya harus memakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan,” ujarnya.
      Maspion sendiri, lanjut dia, juga melakukan gerakan nyata penerapan protokol kesehatan di lingkungan usahanya. “Di Maspion Square, kita pun ada gerakan nyata yang mana siapa pun pengunjung datang ke Maspion Square, di toko-toko itu beli barang seratus ribu ke atas bisa mendapatkan masker satu atau sabun satu,” tandas Alim.
     Di Polda Jatim, Alim menyerahkan bantuan seratus ribu lembar kain masker senilai Rp150 juta. Bantuan diterima langsung Kepala Polda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Fadil Imran di Gedung Tribrata. “Supaya menunjukkan 17 Agustus di hari kemerdekaan yang ke-75, karena ada COVID, semuanya pakai (masker) merah putih,” ucapnya.***

Editor: Anto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X