Dua Pekan Uji Coba, Lebih dari 9.800 Transaksi Non Tunai Terjadi di SPBU Pertamina Kota Surabaya

- 14 Juli 2020, 22:50 WIB
Dalam dua pekan uji coba yang dilakukan Pertamina MOR V Jatimbalinus di Kota Surabaya, berlangsung sukses. Foto: Pertamina /Argo/

PORTALSURABAYA.com - Semenjak pemberlakuan adaptasi dengan kebiasan baru yang diterapkan Pertamina, salah satunga dengan melakukan uji coba pemberlakuan transaksi non-tunai di seluruh SPBU yang berada di wilayah Surabaya, atau dikenal dengan SPBU PSBB (Pemberlakuan Surabaya Ber-Non Tunai Bersama).

Transaksi cashless yang diberlakukan di SPBU Pertamina seluruh Surabaya sendiri telah dilaksanakan sejak 1 Juli 2020 sebagai fase pertama, dengan ujicoba transaksi non tunai lewat aplikasi MyPertamina.

Sebelum program SPBU PSBB dijalankan, transaksi non-tunai di Kota Surabaya rata-rata di bulan Juni 2020 hanya sekitar 1.500 transaksi per hari.

Namun, setelah dilaksanakan program PSBB fase pertama, Pertamina dalam 2 minggu ini, transaksi non-tunai meningkat mejadi lebih dari lima kali lipat, menjadi sekitar 8.100 transaksi non-tunai per hari.

Bahkan pada tanggal 9 Juli lalu, total transaksi non-tunai di SPBU se-Kota Surabaya mencapai lebih dari 9.800 transaksi.

“Peningkatan transaksi non-tunai sebesar 440 persen, atau menjadi lima kali lipat lebih ini, menjadi indikasi bahwa konsumen SPBU di Surabaya sudah mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru, untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarganya,” kata Rustam Aji, Unit Manager Communication, Relations, &CSR Pertamina MOR V.

Program ini dilaksanakan sebagai salah satu implementasi Peraturan Walikota Surabaya Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi COVID-19 di Kota Surabaya, yang menyebutkan agar transaksi jual beli dilakukan secara non-tunai.

Menyikapi hal tersebut, Pertamina berupaya untuk tetap berpartisipasi aktif dalam pencegahan penularan COVID-19 dan siap mendukung Peraturan Walikota tersebut.

Seperti yang diketahui, penggunaan benda-benda yang disentuh oleh banyak orang, termasuk uang tunai baik kertas ataupun logam sebaiknya terus dikurangi penggunaannya dalam masa Pandemi COVID-19. Dikarenakan virus penyebab COVID-19 bisa saja berpindah dari tangan satu orang ke orang lain melalui uang tunai.

Halaman:

Editor: Argo Santoso


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X