Cegah Penularan Covid-19, Kota Surabaya Jadi Tempat Uji Coba Transaksi Pembelian BBM Non-Tunai

- 9 Juli 2020, 13:56 WIB
Mulai 1 Juli 2020, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus melakukan uji coba transaksi non-tunai untuk pembelian BBM di Kota Surabaya. Foto: Ist /Argo/

PORTALSURABAYA.com – Menyambut tanan hidup baru di era new normal, Pertamina memberlakukan protokol pencegahan Covid-19 diseluruh lini bisnis perusahannya.

Salah satunya upaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada konsumen SPBU, mulai 1 Juli 2020, Pertamina mulai melakukan uji coba pemberlakukan transaksi non-tunai di seluruh SPBU yang berada di wilayah Surabaya.

Melalui rilis yang disampaikan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, tahapan uji coba ini akan dilakukan dalam tiga fase.

Fase pertama akan diberlakukan transaksi non tunai via aplikasi My Pertamina di jalur khusus “red carpet”, sedangkan jalur lain tetap dapat melayani pembayaran tunai.

Fase kedua akan diberlakukan transaksi non tunai di jalur Bahan Bakar Non Subsidi seperti Perta-Series dan Dex-Series, namun untuk jalur Premium dan Solar masih dapat melayani pembayaran tunai. Sedangkan di fase ketiga akan diberlakukan transaksi non tunai di seluruh jalur pengisian BBM di SPBU.

Sebagai informasi, di wilayah Surabaya setidaknya berdiri sebanyak 93 SPBU Pertamina yang telah dilengkapi dengan infrastruktur untuk transaksi non tunai. Hal ini juga mengacu kepada himbauan Pemerintah Daerah Kota Surabaya yang telah mengeluarkan peraturan tentang pedoman masa transisi menuju new normal.

Salah satu peraturan yanag tertuang dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi COVID-19 di Kota Surabaya yang menyebutkan agar transaksi jual beli dilakukan secara non-tunai.

Menyikapi hal tersebut, Pertamina berupaya untuk terus berpartisipasi aktif dalam pencegahan penularan COVID-19 dan siap mendukung Peraturan Walikota tersebut.

Penggunaan benda-benda yang disentuh oleh banyak orang, termasuk uang tunai, baik kertas atau logam, sebaiknya terus dikurangi.

Alasannya virus penyebab Covid-19 bisa saja berpindah dari tangan satu orang ke orang lain melalui uang tunai.

Halaman:

Editor: Argo Santoso


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X