Covid-19 Jatim Terus Meroket, Target dari Jokowi Meleset

- 8 Juli 2020, 15:01 WIB
Presiden RI saat mengunjungi Gedung Grahadi Surabaya. Foto: ist /

PORTALSURABAYA.com - Tengat waktu selama dua pekan yang ditargetkan Presiden Joko Widodo kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam rapat yang dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (26/7), untuk bisa menekan angka kasus Covid-19, berakhir hari ini Rabu, (8/7).

Jika dilihat dari angka kasus Covid-19 yang terjadi beberapa hari terakhir ini, jelas target yang diminta oleh Presiden RI tersebut tidak tercapai.

Hal ini diungkap oleh Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyudi, dalam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Airlangga (Unair), Selasa (7/7).

Dalam webinar tersebut, ia mengatakan bahwa target yang diberikan Presiden itu sulit dipenuhi, lantaran penularan Covid-19 di Jatim masih terus meningkat.

"Presiden pernah berkunjung ke Jatim. Memberikan arahan, kita diminta dalam dua minggu bisa mengendalikan penambahan kasus. Tapi rasanya ini masih terus naik kasusnya," kata Joni.

Lebih jauh Joni menegaskan, kondisi di Jatim masih belum membaik jika melihat penambahan kasus Covid-19 yang tetap tinggi disetiap harinya.

"Belakangan ini rata-rata penambahan kasus mencapai 300-400 kasus," tegasnya.

Dari catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Jatim, pasca kunjungan Presiden RI pada 25 Juni, kasus positif corona Jatim pada 26 Juni bertambah 363 kasus menjadi total 10.886 kasus. Kemudian pada 27 Juni bertambah 299 kasus menjadi total 11.170 kasus.

Pada 28 Juni mengalami pertambahan sebanyak 241 kasus menjadi 11.482 kasus. Tanggal 29 Juni bertambah 240 kasus menjadi 11.795 kasus, dan hari berikutnya 30 Juni pertambahan meningkat 389 kasus jadi total 12.118 kasus.

Halaman:

Editor: Argo Santoso


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X