Angka Covid-19 Kembali Tinggi, Surabaya Akan Diberlakukan Jam Malam Mulai Pukul 22.00 WIB

- 6 Juli 2020, 23:12 WIB
Irvan Widyanto Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya. Foto: Ist /Argo/


PORTALSURABAYA.com - Masih tingginya jumlah angka pasien positif di Surabaya, mau tidak mau memaksa Pemerintah Kota Surabaya kembali akan menerapkan jam malam kepada warga Surabaya.

Pemberlakuan pembatasan aktivitas malam hari dalam era tatanan new normal di Kota Surabaya ini, tertuang dalam perubahan Perwali Nomor 28 Tahun 2020 yang saat ini tengah digodok untuk memasukan mekanisme jam malam berikut sanksinya.

Hal ini disampaikan Irvan Widyanto Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, draf perubahan Perwali 29 Tahun 2020 sudah rampung.

"Perubahan Perwali Nomor 28 Tahun 2020 tengah digodok untuk memasukkan mekanisme jam malam berikut sanksinya," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto di Surabaya, Senin (6/7).

Kondisi jumlah pasien positif covid-19 di Surabaya dalam beberapa hari belakangan ini sangat mengkhawatirkan. Dari catatan Guus Tugas Provinsi Jatim hingga kini jumlah yang dinyatakan positif mencapai 6.642 orang.

Jumlah tersebut tertinggi se Jawa Timur disusul kemudian Sidoarjo dan Gresik. Bahkan, tiap hari rata rata pasien positif di Surabaya di atas 100 orang.

Karena itu, Pemkot memandang perlu mempertegas kembali jam malam. Draf perubahan Perwali 28 tahun 2020 sudah rampung. Sekarang masih dibahas agar segera diundangkan atau ditandatangani Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Perwali sedang dibahas dan dimatangkan dalam satu dua hari ini," lanjut Irvan.

Pembatasan aktivitas malam hari itu bakal diberlakukan mulai pukul 22.00 WIB untuk warga kota. Kecuali, untuk sektor kesehatan, logistik atau kebutuhan utama masyarakat.

“Kalau tidak ada hubungannya, tidak ada kepentingan terkait dengan kesehatan misalnya mau beli obat mau beli makanan ya lebih baik di rumah,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Argo Santoso


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X