Wow!! Ini Siasat Risma Akhiri Pandemi Covid-19 di Surabaya.

- 3 Juni 2020, 12:42 WIB
dok. suasana depan pintu masik Kebun Binatang Surabaya. Foto:ist

PORTALSURABAYA -Jawa Timur telah menjadi sorotan tajam dengan angka kasus corona yang semakin naik setiap harinya. Tingginya kasus baru di Jatim ini membuat DKI Jakarta turun dari peringkatnya. Jatim bahkan pernah bertambah 244 kasus dalam sehari. Jumlah ini adalah rekor terbanyak kasus harian di tingkat provinsi.

Dikutip dari situs resmi Pemprov Jatim, infocovid19.jatimprov.go.id, saat ini ada 5.132 kasus positif corona. Jumlah tersebut 2.748 atau separuh lebih di antaranya ada di Kota Surabaya.

Kota Pahlawan ramai jadi perbincangan di sejumlah medis social pasalnya sempat ditandai warna hitam di peta penyebaran atau dengan jumlah kasus lebih dari 2.049. Namun Rabu pagi ini, warna indeks kasus di Surabaya menjadi merah tua.

PETA SEBARAN COVID-19 JATIM menunjukan Peta Surabaya sempat ditandai dengan warna hitam dalam peta penyebaran corona di Jatim. (infocovid19.jatimprov.go.id)

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan berbagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19. Di antaranya adalah tracing atau pelacakan dan pemetaan suatu wilayah secara masif.

"Jadi kami punya beberapa klaster yang ada di Surabaya. Kita tracing, siapa dia, ketemu di mana, kemudian siapa saja di situ," kata Risma seperti dilansir dari Antara.

“Dari hasil tracing itu, kemudian ditemukan orang dengan resiko (ODR). Dari dasar data tersebut, Pemkot Surabaya mendetailkan siapa saja atau keluarga yang ada di situ” lanjutnya.

Setelah itu, kata dia, dokter mendatangi rumahnya dan melakukan pemeriksaan. Jika kondisinya berat, maka dimasukkan ke rumah sakit. Namun, jika kondisinya tidak berat orang tersebut dibawa ke Hotel Asrama Haji untuk isolasi.

Ia mengaku ada beberapa yang tidak mau karena mereka menyatakan tidak positif dan ingin melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Nah ketika melakukan isolasi mandiri di rumah itu, kami memberikan makan supaya mereka tidak keluar (rumah). Setiap hari kelurahan mengirim makan 3 kali sehari. Siangnya kita berikan telur dan jamu. Itu mereka isolasi mandiri. Kadang-kadang ada vitamin," ujarnya.

Halaman:

Editor: Julian Romadhon


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X