Inilah Kata Pedagang Terkait Penutupan yang Dilakukan di Pasar Pandegiling

- 4 Juni 2021, 22:57 WIB
Suasana Pasar Pandegiling, Kota Surabaya pasca ditutup petugas, Jumat (4/6/2021)
Suasana Pasar Pandegiling, Kota Surabaya pasca ditutup petugas, Jumat (4/6/2021) /istimewa

PORTALSURABAYA.COM - Penutupan pasar sayur di kawasan Pandegiling, Kota Surabaya memantik protes dari para pemilik lapak. Sejumlah pedagang yang berjualan di kawasan itu menganggap, pemerintah tak adil ihwal penegakkan aturan yang ada.

Pedagang menilai, ada pasar lain yang tak berizin pula namun tetao dibiarkan, bahkan tak ditindak. Diantaranya adalah Pasar Sayur di bekas penjara Koblen.

Perwakilan Pedagang Pasar Pandegiling, Daud menganggap, tindakan pemerintah terlalu represif. Menurut dia, penutupan itu tak dibarengi solusi yang konkret.

"Hanya mau berjualan, kita ini bukan kriminal," paparnya, Jumat (4/6/2021).

Daud menambahkan, lahan kecil yang digunakan para pedagang sayur untuk menjajakan dagangannya bukanlah pasar. Ia menyatakan, lahan itu adalah jalan tengah lantaran selama ini para pedagang berjualan di tepi jalan dan kerap dirazia. Mau tak mau, para pedagang memilih masuk ke dalam lahan kosong dengan izin pemilik lahan tersebut.

Menurutnya, pihaknya tak setuju bila lahan yang ditempati dinilai sebagai pasar yang tidak memiliki izin. Bila dinilai seperti itu, Daud ingin ada penertiban yang adil.

"Mohon maaf, pasar sayur Koblen itu juga tidak berizin, menapa tidak disegel juga? Yang ada izinnya kan yang buah, yang sayur tidak ada," jelas Daud.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Wiwiek Widayati menegaskan, didalam bekas penjara Koblen, Kecamatan Bubutan, ada 2 pasar yang hendak berdiri, yaitu pasar sayur dan buah.

"Untuk yang sayur masih proses. Untuk pasar buah, atas nama pak Rahmad, itu sudah terbit izinnya," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Fauzi Rahman

Sumber: Portal Surabaya (PRMN), portalsurabaya.com, portalsurabaya.pikiran-rakyat.com, Portal Surabaya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X