UU Pendidikan Kedokteran Sudah Tak Relevan, Janji Politik Nasdem: Harus Direvisi!  

- 8 Juni 2021, 23:37 WIB
UU 20/2013 SUDAH TAK RELEVAN: Partai Nasdem menggelar Webinar Restorasi Humanisme Pendidikan Kedokteran, membahas revisi UU Pendidikan Kedokteran yang dinilai sudah tak relevan.
UU 20/2013 SUDAH TAK RELEVAN: Partai Nasdem menggelar Webinar Restorasi Humanisme Pendidikan Kedokteran, membahas revisi UU Pendidikan Kedokteran yang dinilai sudah tak relevan. /Foto/Moch Andriansyah/Portal Surabaya

PORTALSURABAYA.COM – Partai Nasdem menilai Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Kedokteran, perlu direvisi karena sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Apalagi di era Revolusi Industri 4.0.

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Willy Aditya, revisi UU Pendidikan Kedokteran ini merupakan aspirasi masyarakat yang harus diperjuangkan oleh partai politik (parpol) hingga menjadi kebijakan.

Bahkan, kata Willy, aspirasi tersebut sudah diperjuangkan oleh wakil Nasdem di Jatim sejak 2014. “Ini sebuah koneksitas yang menjadi janji politik dan perjuangan politik (Nasdem) yang to be continued,” katanya di acara Webinar bertema: Restorasi Humanisme Pendidikan Kedokteran di Kantor DPW Nasdem Jatim, Jl Arjuno, Surabaya, Selasa (8/6/2021).

Gelar Webinar Nasdem itu mengundang para pakar kesehatan, PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), pakar hukum kesehatan, dan kalangan akademis.

Baca Juga: Penuh Emosi, Nasdem: Kalau Saya Jadi Presiden, Sudah Saya Tangkap Rocky Gerung!

Melalui momentum diskusi tersebut, diharapkan bisa menjadi medium untuk saling koreksi atas revisi UU tersebut. “Jadi (revisi UU Pendidikan Kedokteran) tidak ujug-ujug. Kita tetap memperjuangkan, di 2019 pun Partai Nasdem konsisten memperjuangkan itu,” sambungnya.

Willy yang juga ketua Panitia Kerja (Panja) RUU Pendidikan Kedokteran ini menegaskan, perlu ada perubahan secara fundamental atas UU yang saat ini sudah masuk tahap penyusunan draf RUU tersebut. 

Revisi UU Nomor 20 Tahun 2013 dianggap urgen karena ada beberapa kelemahan, seperti legitimasi atas formal dan lamanya masa pendidikan, termasuk legalitas profesi yang menyebabkan ribuan calon dokter tidak dapat menjalankan profesinya.

Masih Tradisional di Era Digital

Belum lagi masalah persaingan di era Revolusi Industri 4.0 yang menuntut semua serba digital. Sementara pendidikan kedokteran di Indonesia masih bersifat tradisional.

Halaman:

Editor: Moch Andriansyah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X