Khofifah Cukup Satu Periode, Pencetus Hari Santri: Jadi Guru Muslimat Saja  

- 4 Juni 2021, 22:12 WIB
TARIK DUKUNGAN: Gus Thoriq menilai, Jatim di bawah kepemimpinan Khofifah tidak makin membaik, dia pun menyatakan ogah mendukung Khofifah dua periode.
TARIK DUKUNGAN: Gus Thoriq menilai, Jatim di bawah kepemimpinan Khofifah tidak makin membaik, dia pun menyatakan ogah mendukung Khofifah dua periode. /Foto/Roy/Portal Surabaya

PORTALSURABAYA.COM – Pencetus Hari Santri Nasional, KH Thoriq bin Zaid bin Darwis menilai, Jatim di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa tidak makin baik. Terbaru, Ketum PP Muslimat NU itu malah melakukan pembohongan publik terkait klarifikasi pesta ultahnya di Grahadi.

Karena alasan ini lah, pengasuh Ponpes Babussalam, Kabupaten Malang tersebut dengan tegas menolak Khofifah menjadi gubernur dua periode, tak seperti Pilgub Jatim 2018 yang allout mendukung mantan Menteri Sosial tersebut. “Cukup satu periode saja di Jatim,” tegasnya kepada wartawan, Kamis (3/6/2021).

Bahkan, seandainya maju Pilpres 2024 pun, kiai yang akrab disapa Gus Thoriq itu mengaku ogah mendukung Khofifah meski direstui pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim untuk Nyapres.

“Saya tidak mendukung kedua-duanya (Pilpres maupun Pilgub Jatim 2024), kalau bisa tidak Nyapres atau Cawapres lah, karena beliau tidak akan dipilih. Sebaiknya beliau itu menjadi guru Muslimat NU saja,” tegas Gus Thoriq.

Baca Juga: Khofifah Perlu Waspada di 2024, Risma Bisa Menyalip di Tikungan

Seperti diketahui, Kiai Asep dan Gus Thoriq merupakan pendukung Khofifah-Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jatim 2018 lalu. Namun, saat ini Gus Thoriq memilih sikap berbeda: menolak Khofifah gubernur dua periode. “Garis demarkasi tegas saya tarik!” katanya.

Kalau Khofifah tetap maju di 2024? “Saya pasti ada di posisi lawan beliau, siapa pun lawannya, karena yang diharapkan rakyat Jatim ternyata jauh dari kenyataan,” ungkapnya.

Menurut Gus Thoriq, Khofifah terpilih menjadi gubernur, sebenarnya sedang diuji kualitasnya. Sayang, memasuki tahun ketiga kepemimpinannya, Jatim dinilai Gus Thoriq, tidak semakin baik. Gubernur tidak cepat merespons kebutuhan masyarakat.

Bahkan, terbaru malah melakukan pembohongan publik terkait klarifikasi pesta ultahnya di Grahadi. “Bukti video itu kan kuat. Rakyat Jatim melihat itu terjadi dan ada, kenapa harus ngeles (mengelak), bahkan beliau sampai melakukan pembohongan publik seperti itu, ini kan luar biasa,” katanya.

Baca Juga: Khofifah Hadir di Muswil PPP Jatim, SSC: Dukungan Simbolik ke Mundjidah

Halaman:

Editor: Moch Andriansyah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X