Menguak Sisi Lain Perjalanan Cinta Gelap Bung Karno, Sampai Lahirkan Anak Haram

- 10 Oktober 2020, 11:12 WIB
Bung Karno dengan isteri ke-5 Dewi. Foto: dok /

PORTALSURABAYA.com - Presiden Indonesia pertama Soekarno atau biasa akrab disapa Bung Karno, memiliki kisah cinta yang berliku dan penuh romantika hitam putihnya. Selain memiliki sejumlah isteri yang cantik, ternyata sebagai 'Arjuna' juga memiliki cinta lain dari pernikahannya yang selama ini tidak diketahui banyak orang.

Tidak banyak orang yang tahu, jika ternyata Bung Karno pernah menjalin cinta gelap bersama salah seorang staf istana negara yang sampai akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki yang hingga kini tidak pernah mau menggunakan nama Soekarno di belakang namanya. Selain itu, keberadaannya sendiri memang ditampik oleh beberapa anak Bung Besar.

Salah satu perjalanan cinta Bung Besar ini terjadi lantaran Cinlok alias Cinta Lokasi bersama Bendara Raden Ayu (BRA) Armi. Lantas bagaimana kisah cintanya ?

Kisah cinta Bung Karno dengan BRA Armi yang diterjalin secara diam-diam ini terjadi pada akhir tahun 1956, kala dirinya bekerja sebagai staf penerima tamu di Istana Negara.

Baca Juga: Berapa Istri Soekarno Saat Masa Hidupnya? Dari Wanita Kelahiran Jepang sampai Wanita yang Lebih Tua

Setelah menikah siri dengan Bung Karno, BRA Armi tinggal di sebuah rumah di kawasan Bendungan Jago Kemayoran, Jakarta Pusat, sebelum akhirnya pindah ke kawasan Muara Angke, Jakarta Utara.

Seperti dikutip Portalsurabaya dari Indopos tahun 2017 lalu, "Setelah menikah siri, ibuku (BRA Armi, Red) tinggal di sebuah rumah di kawasan Bendungan Jago Kemayoran, Jakarta Pusat. Lalu pindah ke sebuah rumah di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Menurut ibuku, bapak sering bertandang ke rumah di Bendungan Jago Kemayoran maupun di Muara Angke itu. Di rumah kami di Purworejo, Jawa Tengah (Jateng) masih tersimpan foto-foto mereka. Yang saya pegang di sini hanya sedikit,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, ketika itu sang ibunda mengandung dirinya menjelang sembilan bulan hasil pernikahan dengan Bung Karno. Ibundanya yang sedang hamil tua kala itu diberangkatkan ke Desa Bayan Kecamatan Bagelen, Purworejo, Jateng dengan diantar seorang perwira berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) TNI Angkatan Darat (AD).

”Menurut ibu, mereka berangkat dari Muara Angke ke Bagelen Purworejo hanya bertiga, yaitu ibu, Letkol AD itu, dan sopir yang mengendarai mobil Jeep,” ungkap Bowo kembali mengenang.

Halaman:

Editor: Argo Santoso


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X