Heboh Isu Vaksin Covid-19 Berbahan Gelatin Babi, Bio Farma Hingga MUI Akhirnya Buka Suara

- 28 September 2020, 07:45 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. /

PORTALSURABAYA.com - Tengah ramai di masyarakat mengenai beredarnya pesan berantai yang menyebutkan jika salah satu bahan yang digunakan dalam memproduksi vaksin corona (Covid-19) adalah gelatin babi.

Pesan tersebut juga menjelaskan jika vaksin yang berasal dari Negeri China tersebut merupakan bagian dari sindikat perdagangan gelap internasional.

Pesan berantai yang beredar melalui aplikasi WhatsApptersebut mengatasnamakan Relawan Pribumi dan Santri masyarakat menolak vaksinasi virus corona.

Baca Juga: Kepala BMKG Mengigatkan, Hanya Dibutuhkan Waktu 20 menit Gelombang Tsunami Sampai ke Pantai

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Berikut Manfaat Luar Biasa Ampas Kopi Bagi Tubuh Manusia

Padahal faktanya, vaksin Sinovac buatan China tidak mengandung gelatin babi. Hal ini dipastikan langsung oleh Bio Farma dan saat ini vaksin Sinovac sedang diproses setifikasi halalnya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sinovac Biotech Ltd. selaku perusahaan pembuat vaksin sudah membuat surat pernyataan yang telah diterima oleh PT Bio Farma. Surat tersebut berisi jika vaksin yang diproduksi tidak mengandung unsur babi.

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir menyampaikan pernyataan tersebut saat video conference dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Kamis tanggal 27 Agustus 2020.

Halaman:

Editor: Suhemanto


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X