Utang Indonesia Sejak Tahun 1998, Generasi Masa Kini Dapat Warisan Lunasi Cicilan

- 20 September 2020, 08:50 WIB
Karyawati menghitung uang rupiah dan dollar AS di salah satu bank di Jakarta. Berdasarkan data Bloomberg, penutupan Selasa sore (15/9), kurs rupiah akhirnya ditutup pada level Rp14.845 per dollar AS. /RENO ESNIR/ANTARA

PORTALSURABAYA.com  Masa pandemi Covid-19 di Indonesia menjadi masa-masa sulit bagi semua orang, termasuk pemerintah.

Pemerintah mendesain ulang anggaran dana untuk menyesuaikan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dana yang digunakan menutupi defisit negara adalah dengan pemerintah menerbitkan utang.

Akan tetapi, utang-utang pemerintah Indonesia disebut sudah ada sejak krisis moneter tahun 1998 dahulu. Sampai saat ini, negara kita masih menanggung beban hutang tersebut.

Baca Juga: Beban Utang RI 5 Kali Lipat Lebih Besar Dari Pendapatan, Kaum Millenial yang Wajib Bayar

Baca Juga: Rapid Test Masal Taman Apsari Surabaya, Pengunjung Holywing’s Bebas Dari Pantauan, Ada Apa Ini?

Dalam pemulihan ekonomi nasional dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan akibatnya yaitu adanya pelebaran defisit pada pembiayaan negara.

"Kalau defisit artinya pemerintah menerbitkan utang, defisit itu memang dibiayai penerbitan utang pemerintah," ujar Suahasil dalam diskusi virtual, hari Sabtu tanggal 19 September 2020.

Suahasil mengatakan, memang ada pilihan bagi pemerintah agar tidak menarik utang. Namun, memiliki konsekuensi belanja yang menurun. Namun pemerintah telah berbicara dengan Bank Indonesia (BI) dan DPR mengenai utang tersebut.

Baca Juga: Pilih Transaksi Digital Selama Masa PSBB, Simak Cara Top Up ShopeePay

Halaman:

Editor: Suhemanto


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X