Kemdikbud Batasi Pelajaran Sejarah, Asosiasi Guru: Kami Kecewa dan Menolak

- 20 September 2020, 08:22 WIB
MENDIKBUD Nadiem Makariem. /Dok kemdikbud.go.id/.*/Dok kemdikbud.go.id

PORTALSURABAYA.COM – Pelajaran Sejarah menjadi perbincangan panas di dunia pendidikan. Hal ini lantaran adanya wacana penyederhanaan kurikulum 2021 yang sedang dibahas oleh Kemendikbud.

Sekilas tidak ada masalah jika ditelisik lebih dalam, ada satu poin yang mengatakan bahwa mata pelajaran sejarah akan dibatasi untuk tingkat SMA dan SMK.

Hal inilah yang menjadikan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) mengecam wacana yang digagas oleh Mendikbud, Nadiem Makarim.

Kecaman ini datang sejak adanya petisi berjudul “Kembalikan posisi mata pelajaran sejarah sebagai mapel wajib bagi seluruh anak bangsa”. Petisi ini diunggah sejak 14 September 2020, di situs Change.org.

Para guru sejarah kecewa draf tersebut menjadikan pelajaran Sejarah tidak lagi menjadi matpel wajib di jenjang SMA/SMK. Per 18 September 2020 sore hari, petisi telah ditandatangani lebih dari 9 ribu akun.

Baca Juga: Pilih Transaksi Digital Selama Masa PSBB, Simak Cara Top Up ShopeePay

Dalam petisi, AGSI merasa hilangnya Sejarah dari kewajiban belajar murid membuat anak muda kehilangan identitas. Sejarah dianggap ampuh memperkuat jati diri dan karakter manusia sekaligus alat pemersatu bangsa. Karena itu, pelajaran Sejarah di SMA/SMK perlu jadi keharusan, bukan pilihan.

"Sejarah memang tidak dihapuskan di jenjang ini, melainkan direduksi keberadaannya. Ini kebijakan yang keliru, sebab bagi kami belajar sejarah adalah sebuah keharusan, bukan pilihan," ujar Presiden AGSI Sumardiansyah Perdana Kusuma.

Baca Juga: Viral Media Sosial Kembali Digegerkan Video Pria Melakukan Sholat Berjamaah Sambil Bermain HP

Halaman:

Editor: Putri Ayu Andar Wanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X