Hati-Hati Ini Deretan Masker Paling Rentan, Scuba dan Buff Jadi Nomor Satu

- 16 September 2020, 18:58 WIB
Ilustrasi penggunaan masker scuba /

PORTALSURABAYA.COM - Saat ini, masker sudah menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh manusia di belahan dunia. Hal ini lantaran terjadinya pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda dan bahkan jumalh kasusnya sudah mencapai angka ratusan ribu.

Guna menghindari tertularnya virus ini, WHO menyarankan untuk menggunakan masker, menurut WHO masker yang paling kuat daya tahannya yakni masker N95. Karena harganya mahal, banyak orang mensiasai dengan menggunakan masker medis atau bahkan masker kain atau scuba.

Tapi tahukah kamu, jika masker kain atau scuba masih kurang efektif menangkal virus? Portal Surabaya berhasil merangkum jenis masker yang tidak efektif digunakan.

Baca Juga: Pengganti Masker Scuba dan Buff yang Efektif Tangkal Corona

Diurutan pertama ada scuba dan buff. Mengapa demikian? dijelaskan lewat akun instagram @commuterline, PT KCI menjelaskan jika efektifitas pemakaian masker scuba atau buff hanya 5% dalam mencegah risiko terpaparnya virus.

Kedua, masker kain. Meski Kementerian Kesehatan telah menyarankan untuk menggunakan masker kain, masih banyak masker kain yang dijual dipasaran dengan kualitas rendah seperti tipis, terawang dan bahkan hanya satu lapis. Tetapi jika bisa memilih dengan baik, masker kain tetap dapat mengurangi penyebaran virus Corona di masyarakat, terutama dari orang yang terinfeksi virus namun tidak memiliki gejala apa pun.

Dari dua jenis masker diatas, masih ada juga masker yang efektif digunakan seperti, masker bedah atau surgical mask. Masker ini merupakan jenis masker sekali pakai yang mudah dijumpai dan sering digunakan tenaga medis saat bertugas. Masker bedah efektif pilihan untuk mencegah penyebaran virus Corona karena memiliki lapisan yang mampu menghalau percikan air liur.

Selain itu ada pula masker N95 yang digadang-gadang paling ampuh menangkal virus Corona. Hal ini lantaran, masker medis ini memiliki tingkat efektivitas paling tinggi yakni 95%-100% dalam mencegah risiko terpaparnya virus.

Baca Juga: Kasus Baru Covid-19 Tertinggi Kembali Terjadi Hari Ini, Rabu 16 September 2020

Halaman:

Editor: Putri Ayu Andar Wanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X