Warisan Leluhur Diinjak-Injak, Gedung DPRD Pasang Karpet Bermotif Batik Mega Mendung

- 14 Agustus 2020, 13:34 WIB
Warga melintas diatas karpet lantai bermotif Mega Mendung, yang terpasang di Gedung Griya Sawala DPRD Kota Cirebon. /Pikiran-Rakyat.com/Egi Septiadi /Tim Dialektika Kuningan 01/

PORTALSURABAYA.com - Sebuah karpet di Gedung Griya Sawala Gedung DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat membuat geger warga. Pasalnya, karpet tersebut bermotif batik khas daerahnya sendiri, motif Mega Mendung.

Pemerhati budaya dan sejerah setempat pun geram, menurut mereka karpet motif batik Mega Mendung tersebut yang dipasang untuk diinjak-injak telah menodai karya seni warisan leluhur.

Mustaqim Asteja, pemerhati sejarah Cirebon mengatakan, menurut dia publikasi atau mengenalkan tentang seni dan sejarah di daerah itu sangatlah penting. Namun, jangan salah dalam penerapan sehingga menjadi bahan tertawaaan orang.

Baca Juga: Mengenaskan, Bocah Kecil Dipaksa Hidup Bersama Hewan Ternak karena Menderita Epilepsi

Terlebih ini kasusnya di Gedung DPRDDPRD adalah sebagai wakil rakyat, seharusnya bisa berdiskusi dengan kami para budayawan sebelum karpet itu dibuat dan dipasang.

"Saya nilai penempatannya tidak tepat, karena biasanya motif mega mendung sendiri berada di atas, sebagai menandakan rahmat dari langit yang tinggi, " ungkapnya.

Sementara itu Pemerhati Budaya dan Sejarah Cirebon, Jajat Sudrajat, mengatakan, dengan adanya kasus tersebut pihak DPRD Kota Cirebon telah menistakan hasil karya seni budaya Cirebon. Karena karya batik mega mendung yang bernilai adiluhung dijadikan karpet.

"Motif batik mega mendung mempunyai makna filosofi, mengayomi, mengantungkan cita-cita setinggi langit. Harusnya ada di atas atau di dinding, bukan untuk diinjak-injak,” katanya.

Baca Juga: Bantah Kedekatannya dengan Ayu Ting Ting, Didi Riyadi: Aku Tidak Melihat Respon Balik

Diungkapkan Jajat, batik motif mega mendung merupakan hasil karya Panembahan Losari. Motif mega mendung sendiri terinspirasi dari tumpukan batu karang di Goa Sunyaragi.

Halaman:

Editor: Tifa Fauliza


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X