Berlawanan Dengan Maknanya, Motif Batik Mega Mendung Malah Dijadikan Karpet di Gedung DPRD

- 14 Agustus 2020, 08:32 WIB
Warga melintas diatas karpet lantai bermotif Mega Mendung, yang terpasang di Gedung Griya Sawala DPRD Kota Cirebon. /Pikiran-Rakyat.com/Egi Septiadi/

PORTALSURABAYA.com - DPRD Cirebon membuat para budayawan dan pemerhati sejarah geram bukan main. Pasalnya, DPRD menjadikan motif batik Mega Mendung yang bersejarah sebagai karpet di Gedung Griya Sawala yang merupakan Gedung DPRD Kota Cirebon Jawa Barat.

Para budayawan menganggap motif Mega Mendung yang dijadikan karpet dan diinjak-injak itu sama saja dengan menodai karya seni warisan leluhur.

Mustaqim Asteja sebagai pemerhati sejarah mengatakan bahwa publikasi atau pengenalan karya seni dan sejarah milik daerah setempat memanglah penting. Namun, jangan sampai salah dalam menerapkan sehingga menjadi bahan tertawaaan orang.

Baca Juga: Lirik Lagu 'Hari Merdeka' Lengkap Untuk Dinyanyikan Saat 17 Agustus Kemerdekaan Indonesia

Terlebih ini kasusnya di Gedung DPRD, DPRD adalah sebagai wakil rakyat, seharusnya bisa berdiskusi dengan kami para budayawan sebelum karpet itu dibuat dan dipasang.

"Saya nilai penempatannya tidak tepat, karena biasanya motif mega mendung sendiri berada di atas, sebagai menandakan rahmat dari langit yang tinggi, " ungkapnya pada Pikiran-rakyat.

Sementara itu Pemerhati Budaya dan Sejarah Cirebon, Jajat Sudrajat, mengatakan, dengan adanya kasus tersebut pihak DPRD Kota Cirebon telah menistakan hasil karya seni budaya Cirebon. Karena karya batik mega mendung yang bernilai adiluhung dijadikan karpet.

Baca Juga: Soal dan Jawaban Belajar Dari Rumah TVRI Hari Ini, Jumat 14 Agustus Kelas 1-3 SD Cinta Tanah Air

"Motif batik mega mendung mempunyai makna filosofi, mengayomi, mengantungkan cita-cita setinggi langit. Harusnya ada di atas atau di dinding, bukan untuk diinjak-injak,” katanya.

Halaman:

Editor: Miftahul Ummah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X