Tingkat Kesembuhan Menurun, Sidoarjo Perlu Mendapatkan Perhatian

- 10 Juli 2020, 08:59 WIB
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi. Foto: ist /Foto: ist

PORTALSURABAYA -Surabaya raya terparah dalam kaksus Covid-19, kota Surabaya dalam dua pekan angka kesembuhan di naik dari 34,1 persen menjadi 45,6 persen. Namun hal itu juga diikuti dengan naiknya tingkat kematian dari 7,61 menjadi 7,87 persen. Kondisi sebaliknya terjadi di Sidoarjo. Angka kasus di kabupaten ini terus meningkat namun di saat yang sama angka kesembuhan justru menurun.

Tingkat kesembuhan di Sidooarjo turun dari 15,89 jadi 13,95 persen. Sementara tingkat kematian juga turun dari 8,1 menjadi 6,31 persen.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, Sidoarjo perlu mendapat perhatian yang lebih karena kesembuhannya cenderung menurun. Cuma 13,59 persen. Kematiannya juga turun tapi penurunan case recovery rate-nya lebih besar," ujarnya.

Kondisi paling parah, kata Joni, terjadi di Kabupaten Gresik. Tingkat kesembuhan di Gresik menurun signifikan dari 13,7 menjadi 10,95 persen. Ditambah lagi, tingkat kematian Gresik adalah yang tertinggi dibanding Surabaya dan Sidoarjo yaitu 10,25 persen.

"Gresik harus betul-betul dapat perhatian. Case recovery rate-nya cenderung turun. Kematiannya juga turun tapi tidak signifikan. Ini sesuatu yang menjadi permasalahan," katanya.

Banyaknya pabrik dan komunitas masyarakat membuat kasus Covid-19 di Gresik terus bertambah. Ditambah, Kabupaten Gresik hanya ada satu rumah sakit rujukan yaitu RSUD Ibnu Sina, sehingga penanganan pasien belum bisa optimal.

"Kini tengah dikembangkan RS Ibnu Sina. Nanti juga RS Petro dan RS Semen mungkin bisa membantu jadi rujukan. Dari 3 daerah ini fokusnya di Gresik untuk dibenahi sisi pelayanannya," ujar Joni.***

Editor: Julian Romadhon


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X