Kasus Covid-19 Surabaya Raya Terparah, Target Jokowi Terabaikan

- 10 Juli 2020, 08:47 WIB
Presiden RI saat mengunjungi Gedung Grahadi Surabaya. Foto: ist /

PORTALSURABAYA -Berakhirnya target yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk menekan angka kasus virus corona(Covid-19), berakhir pada Kamis (9/7).

Presiden Jokowi meminta dalam waktu dua minggu ini kasus Covid-19 di Jatim dapat dikendalikan dengan baik, bersama-sama, dan terintegrasi dari semua unit organisasi yang dimiliki ll, saat di Gedung Grahadi pada Kamis (25/6/2020).

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, setelah kunjungan Presiden Jokowi pada 25 Juni, kasus positif corona Jatim pada 26 Juni bertambah 363 kasus menjadi total 10.886 kasus.

Kemudian pada 27 Juni bertambah 299 kasus menjadi total 11.170 kasus. Pada 28 Juni mengalami pertambahan sebanyak 241 kasus menjadi 11.482 kasus. Pada 29 Juni bertambah 240 kasus menjadi 11.795 kasus. Pada 30 Juni pertambahan meningkat 389 kasus jadi total 12.118 kasus.

Lalu pada 1 Juli bertambah 316 kasus menjadi total 12.245 kasus. Pada 2 Juli bertambah 313 kasus menjadi total 12.681. Pada 3 Juli bertambah 340 kasus menjadi total 13.025 kasus. 4 Juli bertambah 441 kasus menjadi 13.447.

Selanjutnya, pada 5 Juli mengalami pertambahan 419 kasus menjadi 13.997 kasus. 6 Juli bertambah lagi 270 kasus menjadi total 14.298 kasus. 7 Juli bertambah 308 menjadi 14.578 kasus dan puncaknya 8 Juli bertambah 399 menjadi total 14.941 kasus.

Sementara, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, terget yang diberikan presiden itu sulit dipenuhi.

"Pak Presiden pernah berkunjung ke Jatim. Memberikan arahan, kita diminta dalam 2 minggu bisa mengendalikan penambahan kasus. Tapi rasanya ini masih terus naik kasusnya," kata Joni, dalam webinar, Kamis (9/7).

Joni mengatakan bahwa kondisi di Jatim masih belum membaik melihat penambahan kasus Covid-19 yang tetap tinggi setiap harinya. Belakangan ini, rata-rata tambahan kasus mencapai 300-400 kasus.

"Data-data menunjukkan di Jatim itu memang angkanya lebih tinggi dari nasional. Kita lihat attack rate (tingkat serangan covid) lebih tinggi," katanya.

Halaman:

Editor: Julian Romadhon


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X