Nyaris Mangkrak, Pemerintah Rayu Jepang untuk Gabung Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

- 1 Juli 2020, 01:53 WIB
Inilah Trainset EMU CR400AF yang terdiri dari 8 gerbong mampu menembus kecepatan 350 km/jam, dan hanya membutuhkan waktu 36 menit untuk ditempuh dari Jakarta menuju Bandun. Sayangnya proyek ini nyari terhenti, dan pemeritah berharap agar Jepang mau bergabung dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang tadinya dikerjakan konsorsium China. Foto : ist


PORTALSURABAYA.com - Terkait proyek kereta api cepat di Indonesia, Pemerintah Jepang dibuat bingung oleh kebijakan pemerintah Indonesia yang mendadak berubah.

Penyebabnya setelah pemerintah Indonesia meminta kepada pemerintah Jepang untuk bergabung dalam kesepakatan infrastruktur utama yang awalnya dikerjakan oleh China.

"Merujuk pada proposal baru Jakarta tentang integrasi proyek yang dipimpin China, yaitu tentang kereta berkecepatan tinggi Jakarta Bandung. Seharusnya pemerintah Indonesia berbicara dengan kami terlebih dahulu," ujar seorang pejabat Pemerintah Jepang, yang dikutip PORTALSURABAYA dari Japan Today, Senin (29/6).

Menurutnya, proyek itu akan diintegrasikan dengan rencana kereta kecepatan sedang rute Jakarta-Surabaya, yang melibatkan bantuan Jepang atau berarti perpanjangan rute proyek kereta berkecepatan tinggi.

Mega proyek kereta berkecepatan tinggi sekitar 140 kilometer per jam yang menghubungkan Jakarta-Bandung yang dimulai 2016 lalu oleh konsorsium Indonesia-China.

Awalnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini dijadwalkan selesai pada 2019, akan tetapi ditunda hingga 2021 karena terkendala dengan masalah pembebasan lahan dan alasan lainnya.

Proyek ini awalnya dijadwalkan selesai pada 2019, tetapi ditunda hingga 2021 karena masalah pembebasan tanah, dan alasan lainnya.

Setelah kalah dengan China untuk proyek kereta berkecapatan tinggi Jakarta-Bandung, Pemerintah Jepang akhirnya pada September 2019 mencapai kesepakatan dengan INdonesia pada proyek kereta terpisah.

Proyek yang dikerjakan Jepang mencakup kereta berkecepatan sedang dengan jarak 720 kilometer antara Jakarta-Surabaya. Jalur kereta api itu menghubungkan ibu kota Indonesia dan ibu kota Provinsi Jawa Timur, yang merupakan kota terbesar kedua di Indonesia.

Berbicara dalam konferensi pers pada 29 Mei 2020, Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan, Presiden Joko Widodo mengusulkan untuk memperpanjang proyek kereta Jakarta-Bandung hingga ke Surabaya dengan alasan agar "lebih ekonomis".

Halaman:

Editor: Argo Santoso


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X