Demonstran Anarkis Bertato Peta Indonesia Resmi Minta Maaf

- 2 Juni 2020, 07:31 WIB
DEMONSTRAN yang bertato peta Indonesia, Rainey Arthur Backues ikut dalam protes di Philadelphia terkait kematian George Flyod.*

PORTALSURABAYA.com – Beberapa waktu yang lalu terjadi kerusuhan dan demonstrasi besar-besaran di sejumlah wilayah di Amerika Serikat.

Kejadian tersebut terjadi setelah adanya video viral yang menunjukkan adanya warga kulit hitam bernama George Flyod (46) yang meninggal dunia setelah lehernya dijepit oleh polisi berkulit putih lebih dari delapan menit.

Kejadian demonstrasi dan anarkisme juga sempat viral setelah satu demonstran tertangkap kamera memiliki tato peta Indonesia di lengannya.

Baca Juga: Hadapi Demonstran, Donald Trump Siap Kerahkan Anjing Ganas dan Senjata

Baca Juga: Kualitas Baju Hazmat APD Indonesia Buatan Sritex Diakui Dunia, Kantongi Sertifikasi ISO 16604 Class

Baca Juga: Daftar Fenomena Astronomi Langka Bulan Juni 2020 - Jangan Lewatkan, Ini Tanggalnya

Terlihat dalam foto yang beredar di media sosial dan dipakai di salah satu media asing The Inquirer, pria tersebut sedang melempar barang ke sebuah toko di Philadelphia saat kerusuhan itu terjadi.

Namun setelah ia sadar, pria yang diketahui warga naturalisasi Amerika Serikat namun kelahiran Jawa itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui akun instagram miliknya @rainsfordthegreat.

Pria yang bernama lengkap Rainey A. Backues, meminta maaf kepada masyarakat Amerika dan juga kepada masyarakat di Indonesia yang berada di Philadelphia.

Dia mengaku awalnya tengah melakukan rutinitasnya dengan bersepeda, namun saat perjalanan, ia bertemu dengan para pengunjuk rasa dan akhirnya ikut dalam aksi demonstrasi.

Halaman:

Editor: Rahmanto Elfian

Sumber: Pikiran Rakyat Depok


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X