Perselisihan Risma dan Khofifah Membuat Masyarakat Semakin Sakit

- 30 Mei 2020, 20:32 WIB
Foto: @surabayakabarmetro

PORTALSURABAYA -Dalam situasi pandemi yang berkepanjangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini makin terlihat tak akurnya, kejadian Wali Kota Risma marah karena mobil PCR mendadak dikirim ke Tulungagung dan Lamongan kemarin membuat warga Surabaya semakin kecewa.

Terekam jelas kemarahan Risma oleh video dan viral di media Sosial Instagram dengan akun @surabayakabarmetro.

Risma melontarkan kemarahan tersebut melalui telepon genggam dengan nada tinggi saat menghubungi seseorang yang diduga pejabat Pemprov Jatim.

"Saya dapat chat melalui WhatsApp Pak Doni Monardo kalau mobil laboratorium itu untuk Surabaya" kata Risma.

"Apa-apaan ini, kalau mau boikot jangan gitu caranya. Saya akan ngomong masalah ini ke semua orang," ujarnya dengan nada tinggi.

"Pak, saya enggak terima, Pak, betul saya enggak terima," ujar Risma.

Terpisah

Sementara, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin PNF, Profesor Chaerul Anwar Nidom meminta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyudahi polemik mobil laboratorium polymerase chain reaction (PCR), yang telah ramai jadi diperbincangkan. 

"Dalam situasi pandemi virus corona (Covid-19) seperti sekarang ini, tak sepatutnya Risma maupun Khofifah melontarkan kata-kata dan kebijakan yang tak perlu di hadapan masyarakat, ini membuat hati masyarakat semakin sakit" ujar Nidom, Sabtu (30/5/2020).

Nifom meminta permasalahan ini segera diselsaikan dengan komunikasi yang baik. Karena semua ini bisa melukai hati masyarakat dalam membangun kebersamaan.

Halaman:

Editor: Julian Romadhon


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X