Pemudik Nekat Masuki Wilayah Zona Merah Covid-19 Surabaya

- 25 Mei 2020, 19:39 WIB
Ribuan pengendara memasuki Kota Surabaya

PORTALSURABAYA -Dalam masa pandemi covid-19 dan memasuki penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III di Kota Surabaya, membuat masyarakat semakin nekat dan tak mengikuti himbauan pemerintah #Dirumahaja.

Seperti yang terlihat di pintu keluar Tol Suramadu arah Surabaya meskipun terlihat jelas dan terpampang tulisan “Anda Memasuki Zona Merah Covid-19” namun ratusan pengendara motor masih terlihat nekat kembali beraktifitas ke Kota Pahlawan.

Guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), pihak Kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan pengecekan terhadap pengendara yang memasuki wilayah Kota Surabaya.

Kanit Binkamsa Satbinmas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ipda M. Dhofir menyampaikan bahwa, tindakan pengecekan ini bertujuan mengantisiapasi agar warga luar Surabaya tidak memasuki Surabaya terlebih dahulu selama pandemi Cvovid-19.

“Kami hanya melakukan pengecekan seperti suhu badan, surat domisili dan penyemprotan. Agar, dapat melakukan pencegahan penyebaran Covid-19,” ucap Ipda M. Dhofir disela sela pengecekan pengendara motor, Senin, (25/05/20).

“Namun, apabila diketahui pengendara tidak menggunakan masker, tidak ber KTP Surabaya serta tidak menggunkan alat keselamatan seperti helm kita melakukan tindakan peringatan dan menyuruh pengendara kembali pulang,” sambungnya.

"Meskipun, hanya dilakukan pengecekan, apabila diketahui ada pengendara yang tidak bisa menunjukkan surat surat kendaraan secara lengkap akan dilakukan tindakan penilangan" lanjut Ipda M. Dhofir.

“Pengecekan lakukan sejak pukul 08.00 hingga 20.00 wib. Diluar jam tersebut kita juga melakukan pemantauan demi keamanan dan kenyamana warga Surabaya,” terangnya.

Lukman (30) warga Bangkalan Madura mengaku kecewa saat petugas menyuruhnya kembali pulang. Dirinya mengaku kesehariannya bekerja dan lama tinggal di Surabaya. Hanya saja domisilinya masih mengikuti keluarganya di Bangkan Madura.

“Ini mungkin kesalahan saya juga. Dari dulu tidak mengurus pindah alamat atau meminta surat keterangan pindah domisili sementara seperti teman teman lainnya. Hanya karena Covid-19 saya jadi susah masuk Surabaya,” keluh Lukman.

Halaman:

Editor: Julian Romadhon


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X