Banyuwangi Sukses Ubah Kinerja SDM-nya, Mendagri: Saya Kalah dari Kades

- 4 Juni 2021, 23:08 WIB
TITO PUJI BANYUWANGI: Sukses Bumi Blambangan patut ditiru daerah lain, inovasinya mampu merubah pola pikir dan kinerja SDM-nya.
TITO PUJI BANYUWANGI: Sukses Bumi Blambangan patut ditiru daerah lain, inovasinya mampu merubah pola pikir dan kinerja SDM-nya. /Foto/Ist/Portal Surabaya

PORTALSURABAYA.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian meminta daerah lain meniru berbagai inovasi Banyuwangi yang sukses mengubah pola pikir, dan kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) di pemerintahan hingga tingkat desa.

Banyuwangi bisa menjadi model, menjadi best practice untuk daerah lain,” kata Tito usai mengecek layanan Smart Kampung di Desa Sukojati didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (4/6/2021).

Banyuwangi terus berinovasi, saya sudah dengar berbagai inovasinya. Tradisi inovasinya terjaga. Saya akan minta daerah lain meniru Banyuwangi, saya saja ingin belajar dari Banyuwangi,” sambungnya.

Tito sendiri mengaku, kedatangannya ke Banyuwangi ini memang untuk mengobati rasa penenasarannya tentang keberhasilan Bumi Blambangan – nama lain Banyuwangi -- dengan berbagai inovasi.

Baca Juga: Bupati Banyuwangi Bantu Urus Adminduk Penganut Kepercayaan: Kolom Agama Tak Lagi Kosong!

“Jujur saya katakan, selama ini saya penasaran dengan Banyuwangi. Tiap lomba pelayanan publik di kementrian selalu menang. Jadi saya putuskan untuk datang ke Banyuwangi,” ungkap mantan Kapolri itu.

Saat tiba di Tanah Osing -- sebutan lain Banyuwangi, Tito pun mengaku terkejut dengan sistem layanan publik bernama Program Smart Kampung yang diterapkan di salah satu desa di Banyuwangi.

Bahkan Tito mengaku kalah dengan seorang kepala desa (Kades) ketika mengakses berbagai sistem layanan publik tersebut. “Terus terang saya kalah dari kepala desa," katanya saat menyaksikan sendiri Smart Kampung di Desa Sukojati.

Betapa tidak. Ketika mendengar penjelasan detil terkit program Pemkab Banyuwangi untuk desa-desa tersebut dari Kades Sukojati, Untung Suripno, Tito mengaku takjub. "Jarinya (Kades Sukojati) sudah sangat fasih memencet aplikasi," katanya kagum. 

Dalam Program Smart Kampung, sejumlah layanan cukup diakses di tingkat desa. Bahkan secara mandiri bisa diakses melalui mesin yang disiapkan di kantor desa.

Halaman:

Editor: Moch Andriansyah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X