Bupati Banyuwangi Bantu Urus Adminduk Penganut Kepercayaan: Kolom Agama Tak Lagi Kosong!  

- 2 Juni 2021, 23:47 WIB
KOLOM AGAMA TAK LAGI KOSONG: Bupati Banyuwangi bereskan dokumen adminduk Penghayat Kepercayaan, kolom agama sudah bisa ditulis “Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa”.
KOLOM AGAMA TAK LAGI KOSONG: Bupati Banyuwangi bereskan dokumen adminduk Penghayat Kepercayaan, kolom agama sudah bisa ditulis “Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa”. /Foto/Ist/Portal Surabaya

PORTALSURABAYA.COM – Warga Penghayat Kepercayaan di Bumi Blambangan tidak perlu khawatir lagi soal kolom agama di dokumen kependudukannya kosong. Sebab, Pemkab Banyuwangi memfasilitasi pelayanan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) untuk mereka.

Bahkan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang tengah berkantor di Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh – Program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Deasa) -- mengaku, saat ini pihanya sedang membereskan masalah dokumen kependudukan sejumlah warga Penghayat Kepercayaan.

“Ini baru sebagian. Warga Penghayat Kepercayaan yang belum mendapat dokumen kependudukan secara baik, masih cukup besar. Saya tadi tanya, ada sekitar 300-an. Akan saya kawal biar segera beres,” ungkap Ipuk, Rabu (2/6/2021).

Sebelumnya, kata Ipuk, ada warga Penghayat Kepercayaan yang tidak memiliki dokumen kependudukan. Ada pula yang mengosongkan kolom agamanya.

Baca Juga: Gelar Tahlil-Tumpengan di Desa, Cara Bupati Banyuwangi Peringati Harlah Pancasila

Penghayat Kepercayaan sendiri diakui Undang Undang Dasar (UUD) 1945, juga dalam UU Administrasi Kependudukan. Mahkamah Konstitusi (MK) juga sudah mengabulkan uji materi terkait hal tersebut, sehingga para penghayat berhak mencantumkan kepercayaannya di dokumen kependudukan.

“Dengan pelayanan ini, kini kolom agama pada dokumen kependudukan para Penghayat Kepercayaan tidak lagi kosong, sudah bisa ditulis: Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” kata Ipuk.

Untuk itu, Ipuk meminta agar layanan ini bisa diajukan kolektif, langsung ratusan warga penghayat. “Kita fasilitasi! Nanti, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan proaktif berkomunikasi dengan teman-teman penghayat. Tidak boleh ada diskriminasi, ini spirit Pancasila yang kemarin kita peringati hari lahirnya,” tegas Ipuk.

Ipuk sendiri mengaku bahagia bisa melihat warga Penghayat Kepercayaan di Banyuwangi, bisa terpenuhi hak konstitusinya dan diakui oleh negara.

Baca Juga: Aplikasi “Bela UMKM”, Strategi Bupati Banyuwangi Dorong Pemerataan Ekonomi

Halaman:

Editor: Moch Andriansyah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X