Pemkab Malang Bakal Tutup Wisata Sekaligus Wajibkan Rapid Tes Antigen Selama Nataru

- 21 Desember 2020, 21:30 WIB
Bupati Malang, HM Sanusi
Bupati Malang, HM Sanusi /Humas Pemkab Malang/@humasprotokolkabmalang


PORTAL SURABAYA - Pemerintah Kabupaten Malang dipastikan bakal menggulirkan kebijakan penutupan selama tahun baru 2021.

Penutupan itu akan dimulai per tanggal 30 Desember sampai 1 Januari 2021. Bupati Malang, HM Sanusi menegaskan penutupan tersebut dikarenakan tempat wisata berpotensi terjadi kerumunan.

Baca Juga: Tak Kapok Jambret Tidar yang Lukai Anak Umur 6 Tahun Dilumpuhkan Kakinya Dengan Timah Panas

"Ya, untuk antisipasi keramaian di tengah pandemi Covid-19, sebagaimana instruksi Mendagri (Menteri dalam negeri) agar tidak terjadi kerumunan melebihi 50 orang," ungkapnya usai rapat koordinasi jelang Nataru tahun 2021 bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang Anusopati, Senin (21/12/2020).

Kebijakan penutupan tersebut, menurut Sanusi akan segera disosialisasikan ke pengelola wisata Kabupaten Malang serta segera dibuat surat edarannya melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang.

Baca Juga: Polres Pelabuhan Tanjung Perak Berhasil Ringkus Sindikat Pemalsuan Surat Rapid Test

"Nanti yang melakukannya adalah Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang)," imbuh Sanusi.

Terakhir ia pun berharap semua pengelola wisata bisa memahami kebijakan ini.

"Dikarenakan ini masih dalam masa pandemi dan Kabupaten Malang masuk zona oranye," tutupnya.

Baca Juga: Kasus Kerumunan 1812 Kini Di Tahap Penyidikan

Selain itu, Pemkab Malang juga akan memberlakukan kewajiban untuk membawa surat hasil Tes Rapid Antigen bagi orang yang keluar atau datang ke Kabupaten Malang selama hari Natal dan Tahun Baru.

Komandan Satgas Covid-19, Letkol Inf Yusub Dodi Sandra mengatakan Pemkab Malang telah menyediakan sebanyak 3600 rapid antigen bersama Dinas Kesehatan.

Baca Juga: Pemerintah Tidak Boleh Diam Terhadap Ormas Intoleran

"Jadi apabila ditemui wisatawan dari luar Kabupaten Malang yang tidak membawa surat keterangan telah lakukan Rapid Antigen akan dilaksanakan test di tempat," paparnya.

"Apabila ada salah satu wisatawan diketahui hasil rapid antigen positif, maka ia akan disarankan untuk pulang (tidak memasuki Kabupaten Malang)," tutup Yusub.

Editor: Imron Hakiki


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X