BMKG: Matahari Lockdown Tingkatkan Intensitas Hujan

- 21 Mei 2020, 13:26 WIB
GAMBAR Matahari yang ditangkap oleh NASA.*

PORTALSURABAYA.com – Fenomena matahari lockdown saat ini menjadi salah satu perhatian masyarakat. Matahari lockdown atau yang sebenarnya bisa dikatakan penurunan aktivitas matahari ini berdampak langsung pada cuaca saat ini.

Berkurangnya aktifitas matahari dapat mempengaruhi jumlah pancaran radiasi yang diterima bumi dan diperkirakan akan mempengaruhi badai kosmik antar planet.

Hal tersebut memunculkan kabar akan datangnya bencana, mulai dari menurunnya suhu global, gunung meletus, hingga gagalnya panen dan terjadi kelaparan.

Baca Juga: Dampak Matahari Lockdown, Bencana Suhu Membeku, Gunung Meletus Hingga Kelaparan

Menanggapi hal tersebut, Siswanto, Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa bencana hidrometeorologi (yang melibatkan siklus hidrologi, jumlah debit air, dan statistik curah hujan) tidaklah signifikan.

"Kalau terhadap cuaca dan bencana hidrometeorologi mungkin tidak secara langsung, saya pikir tidak signifikan," kata Siswanto, Selasa (20/5) malam.

Siswanto juga menjelaskan bila fenomena matahari lockdown akan lebih cenderung meningkatkan curah hujan tahunan yang lebih tinggi dibanding biasanya di sejumlah negara.

"Memang pernah terjadi di Indonesia bersamaan dengan periode solar minimum, contohnya tahun 2010, di Indonesia saat itu sampai dikenal dengan kemarau basah," terang Siswanto.

Dijelaskan pula bahwa saat ini di Indonesia belum ada kajian risiko matahari lockdown.

Sedangkan Rukman Nugraha, peneliti astronomi BMGK yakin bahwa fenomena matahari lockdown tahun ini tidak akan mencapai Dalton minimum apalagi Maunder minimum.

Halaman:

Editor: Rahmanto Elfian


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X