Kabel Internet Bawah Tanah Asia-Amerika Putus, Koneksi Internet Indonesia Bagaimana?

- 1 Oktober 2020, 19:48 WIB
RANCANGAN stasiun bawah laut Proteus impian penyelam Fabien Cousteau.*/FUSEPROJECT /

PORTALSURABAYA.com - Sistem kabel bawah laut internasional yang dikelola Asia-Amerika Gateway (AAG) sedang dilakukan pemeliharaan darurat. Perbaikan dilakukan mulai 25-30 September 2020.

Akibatnya, penyedia layanan internet (ISP) yang memanfaatkan sistem tersebut akan mengalami pelambanan koneksi untuk browsing atau streaming.

Seperti yang diinformasikan ISP asal Filipina, Sky Cable Corp.

Baca Juga: Pemerintah China Hancurkan Sejumlah Masjid di Xinjiang, Ternyata Ini Penyebabnya

"Bagi pelanggan Sky Fiber, kami menginformasikan bahwa Asia Amerika Gateway akan melakukan pemeliharaan darurat di sistem kabel bawah laut internasional mulai 25-30 September," begitu pengumuman mereka yang dihimpun PORTALSURABAYA dari Inquirer, Rabu (30/9/2020).

"Hal ini akan mengakibatkan pelambanan koneksi akses media sosial, peramban, dan video streaming seperti Facebook, Google, dan Netflix," imbuh pengumuman tersebut

Sebagai informasi, AAG merupakan sistem kabel bawah laut berbentang 20.000 kilometer yang menghubungkan Asia Tenggara ke Hong Kong, Guam, Hawaii, dan Pantai Timur Amerika Serikat.

Baca Juga: Hore! BLT SUbsidi Gaji Cair ke 10 Juta Karyawan, Belum Dapat? Gampang Cek dan Lapor Disini

Sistem kabel ini menyediakan koneksivitas antara Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Hong Kong, Filipina, Guam, Hawaii, dan Pantai Barat Amerika Serikat dengan kapasitas maksimum 1,92 TB per detik.

Halaman:

Editor: Suhemanto


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X