Pemerintah China Hancurkan Sejumlah Masjid di Xinjiang, Ternyata Ini Penyebabnya

- 1 Oktober 2020, 17:49 WIB
Ilustrasi Masjid Hancur /

PORTALSURABAYA.com – Hingga satu dekade lalu, banyak umat Muslim bepergian dengan bus, mobil, keledai, hingga berjalan kaki, untuk berkumpul di tempat suci Imam Asim, di gurun perbatasan barat China.

Dengan susah payah, mereka berjalan melalui bukit pasir untuk berlutut di situs suci yang didedikasikan untuk Imam Asim. Ia merupakan seorang pria Muslim suci, yang membantu mengalahkan kerajaan Buddha yang telah memerintah di lokasi tersebut, lebih dari seribu tahun lalu.

Para pengikutnya merupakan orang Uighur, sebagian besar etnis minoritas Muslim. Mereka sering mengadakan festival tahunan untuk berdoa agar panen berlimpah, kesehatan yang baik, dan bayi yang kuat.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Nabi Adam dari India Menuju Makkah

Ribuan peziarah sedang sholat di Kuil Imam Asim pada 2009 terekam dalam video yang diambil Rahile Dawut dan murid-muridnya. Seorang profesor di Middlebury College yang mengunjungi Kuil Imam Asim untuk penelitian pada 2008 dan 2009, Tamar Mayer, menyebut kegiatan itu bukan sekadar sejarah.

"Ada permainan, makanan, jungkat-jungkit untuk anak-anak, pembacaan puisi, dan seluruh area untuk bercerita. Kondisinya penuh dengan orang dan kehidupan," ujarnya, seperti dilansir PORTALSURABAYA dari Business Standard, Ahad (27/9).

Pihak berwenang lantas berusaha membatasi kerumunan di kuil dengan pos pemeriksaan. Pada 2014 hampir seluruh kegiatan dilarang, sementara tahun lalu, banyak tempat suci telah dihancurkan.

Baca Juga: Hore! BLT SUbsidi Gaji Cair ke 10 Juta Karyawan, Belum Dapat? Gampang Cek dan Lapor Disini

Pagar dan tiang kayu yang pernah mengelilingi makam dan mengibarkan bendera doa, telah dirobohkan. Gambar satelit menunjukkan sebuah masjid di situs tersebut diratakan. Yang tersisa hanyalah bangunan batu bata lumpur yang menandai makam Imam Asim, yang tampaknya masih utuh di tengah reruntuhan.

Halaman:

Editor: Suhemanto


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X