Daftar kandidat dan Harga Vaksin di Dunia, Sputnik V Rusia yang Paling Kontroversial

- 1 Oktober 2020, 09:47 WIB
Illustrasi Vaksin Covid-19 /

PORTALSURABAYA - Calon vaksin fase pertama yang terdiri atas 13 kandidat; calon vaksin tahap gabungan (fase 1 dan fase 2) yang terdiri atas 8 kandidat; dan calon vaksin yang sudah menguji klinis tahap ketiga yang terdiri atas 8 kandidat.

Salah satu vaksin yang paling kontoversial diantaranya adalah Sputnik V. Berikut daftarnya:

VAKSIN FASE PERTAMA

1. Inovio (Amerika Srikat)
Perusahaan Amerika Serikat mengembangkan DNA vaksin yang digunakan melalui kulit yang disalurkan melalui alat gelombang listrik. Selain vaksin virus korona, Inovio turut mengembangkan vaksi dalam uji klinis untuk sejumlah penyakit. Pada Juni mereka mengumumkan data sementara dari uji coba fase pertama vaksin covid-19.

Baca Juga: Eri Cahyadi Janjikan Hal Ini Pada Para Seniman, Salah Satunya Gedung Kesenian

Setelah menjalani serangkaian uji coba, tidak ditemukan efek samping yang serius. Vaksin juga mengukur tanggapan kekebalan pada 34 dari 36 sukarelawan. Namun, Inovio belum memublikasikan hasil rinci dari studi ini. Upayanya sempat terganggu oleh faktor eksternal seperti beberapa tuntutan hukum dengan pemegang saham dan mitra perusahaan. Mereka berencana untuk memulai uji coba fase dua atau tiga pada akhir musim panas.

2. CureVac (Amerika Serikat)
Pada Maret, Donald Trump gagal mencoba membujuk CureVac untuk memindahkan penelitiannya dari Jerman ke Amerika Serikat. Lanjut pada Juni, CureVac meluncurkan uji coba fase 1 dari vaksin messenger RNA (mRNA)-nya. Perusahaan itu mengatakan fasilitas yang berada di Jerman dapat membuat ratusan juta dosis vaksin setahun. Namun, belum ada informasi lanjutan dari pengembangan vaksin ini.

3. Genexine (Korea Selatan)
Perusahaan farmasi asal Korea Selatan ini melakukan uji coba vaksin covid-19 berbasis DNA pada Juni. Genexine akan melakukan uji fase dua sekitar Desember 2020.

4. Akademi Medis dan Ilmu Pengetahuan Militer Tiongkok, Abogen, dan Walvax
Riset gabungan dari Akademi Medis dan Ilmu Pengetahuan Militer Tiongkok, Suzhou Abogen Biosciences and Walvax Biotechnology, mengumumkan akan memulai uji keamanan pertama di Negeri Tirai Bambu untuk vaksin berbasis mRNA. Vaksin yang disebut ARCoV ini didasarkan pada uji coba kepada monyet yang dibuktikan aman.

Halaman:

Editor: Desy Ayu Ainurrohmah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X