Raja Salman Sebut Iran Menciptakan Jaringan Teroris, Menteri LN Iran Buka Suara

- 30 September 2020, 11:32 WIB
Iran Serang Arab Saudi di Sidang Umum PBB, Sebut Raja Salman Lakukan Kejahatan Perang di Yaman /SPA

PORTALSURABAYA.com – Negara Iran menolak tuduhan oleh Arab Saudi bahwa mereka telah melatih sel teroris.

Arab Saudi menjelaskan pihaknya menangkap 10 orang awal bulan ini dan menyita senjata serta bahan peledak dari sel teroris yang menerima pelatihan dari Pasukan Elit Iran Garda Revolusi.

"Tuduhan berulang dan tidak berharga dari penguasa Saudi bukanlah cara bagi Riyadh untuk mencapai tujuannya, dan rekomendasi kami adalah Arab Saudi memilih jalan kejujuran dan kebijaksanaan daripada skenario yang tidak berharga," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh pada Selasa, 28 September 2020, seperti dikutip Portal Surabaya dari Pikiran Rakyat.

Baca Juga: Konflik Armenia Azerbaijan Semakin Panas, Jet Tempur F-16 Turki Tembak Jatuk Sukhoi Su-25 Armenia

Amerika Serikat dan Arab Saudi telah menyalahkan serangkaian serangan terhadap kepentingan minyak di Teluk sejak tahun lalu di Iran. Teheran membantah tuduhan itu.

Diberitakan Pikiran-rakyat.com sebelumnaya, Raja Arab Saudi, Salman Abdulaziz, dalam Sidang Majelis Umum PBB mengungkapkan kemarahannya kepada Iran.

Raja Salman menyebutkan Iran telah mengeksploitasi kesepakatan nuklir tahun 2015 untuk menonjolkan tindakan ekspansionis, menciptakan jaringan teroris, dan menggunakan terorisme.

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Keamanan Akun ShopeePay, Simak Caranya

Menurutnya, tindakan Iran tersebut tidak menghasilkan apa-apa kecuali kekacauan, ekstremisme dan sektarianisme.

Menanggapi pernyataan itu, juru bicara Kemenlu Iran Saeed Khatibzadeh menuduh Arab Saudi memutarbalikkan fakta dan melimpahkan kesalahan atas kejahatannya sendiri.

Halaman:

Editor: Miftahul Ummah

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X