3.245 Orang Terjangkit Bakteri Brucellosis Akibat Bocornya Pabrik Biofarmasi di China

- 18 September 2020, 16:54 WIB
Brucellosis adalah penyakit menular pada manusia yang berasal dari infeksi binatang dan disebabkan oleh bakteri dari genus Brucella. Foto: Ilustrasi bakteri brucella /


PORTALSURABAYA.com - Belum usai permasalakan dunia dengan virus Corona yang berawal tersebar dari China, sebuah pabrik biofarmasi di China dilaporkan alami kebocoran.

Akibat bocornya pabrik pengolahan bakteri tersebut, ribuan orang yang tinggal di bagian barat laut China harus menjalani tes positif guna menghindari persebaran bakteri tersebut.

Kondisi ini muncul disebabkan adanya wabah yang disebabkan oleh kebocoran dari perusahaan biofarmasi tersebut pada tahun lalu.

Dilansir PORTALSURABAYA.com dari Reuters, Kamis (17/9/2020), Komisi Kesehatan Lanzhou yang berada di Ibu Kota Provinsi Gansu memastikan, 3.245 orang dinyatakan sudah terjangkit penyakit Brucellosis. Penyakit ini sering kali disebabkan oleh kontak dengan hewan ternak yang membawa bakteri Brucella.

Baca Juga: Pilih Transaksi Digital Selama Masa PSBB, Simak Cara Top Up ShopeePay

Sementara itu, laporan lainnya menyebutkan sebanyak 1.401 orang lainnya telah dites sebagai awalan positif, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Secara total, pihak berwenang telah menguji 21.847 orang dari 2,9 juta penduduk kota.

Dalam laporannya Reuters menuliskan, Komisi Kesehatan Lanzhou juga mengumumkan bahwa sebanyak 11 rumah sakit umum akan memberikan pemeriksaan rutin dan gratis bagi pasien yang terinfeksi. Laporan tersebut tidak memberikan rincian tambahan tentang kompensasi untuk pasien, kecuali akan diluncurkan secara bertahap mulai Oktober.

Baca Juga: Sial!! Warga Asal Jember Ini Beli 15 Modem Untuk Internet Desa, Yang Diterima Malah Pecahan Gentang

Menurut Komisi Kesehatan Lanzhou, wabah ini berasal dari bocornya pabrik farmasi bilogis Zhongmu Lanzhou yang terjadi antara akhir Juli hingga akhir Agustus tahun lalu.

Saat itu, pabrik biofarmasi tersebut sedang memproduksi vaksin Brucella untuk hewan, ternyata pabrik tersebut menggunakan disinfektan dan pembersih yang diketahui sudah kadaluwarsa. Artinya, tidak semua bakteri dibasmi dalam limbah gas.

Halaman:

Editor: Argo Santoso


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X