China Ngamuk, Amerika Jual Tujuh Sistem Persenjataan Canggihnya ke Taiwan

- 17 September 2020, 06:00 WIB
Rudal Patriot versi terbaru menjadi salah satu paket dari tujuh pembelian persenjataan canggih yang akan dibeli dari Amerika kepada Taiwan. Foto: Antara /

PORTALSURABAYA.com - Guna meningkatkan tekanannya terhadap dominasi RRC di wilayah Asia, pemerintahan Trump mengambil langkah strategis dengan berencana menawarkan tujuh sistem senjata utama termasuk ranjau, rudal jelajah dan drone kepada Taiwan.

Rencana Amerika yang akan menjual tujuh sistem persenjataan utamanya sekaligus kepada Taiwan, adalah aksi langka yang tidak pernah dilakukan oleh negara adidaya tersebut sebelumnya, dimana penjualan senjata militer AS ke Taiwan dibatas dengan sangat hati-hati, hal ini dilakukan untuk meminimalisir ketegangan antara Taiwan dengan RRC.

Tapi nampaknya, hal tersebut tidak berlaku bagi pemerintahan Trump, yang terkesan sangat agresif terhadap aksi manuver pemerintah China dibelahan bumi Asia di tahun ini. Dan pemerintahan Trump melihat penjualan ini menjadi lebih penting mengingat hubungan antara Beijing dengan Washington yang saat ini berada pada titik terendah dalam
beberapa dekade ke belakang.

Sementara itu, di saat yang sama Presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang baru saja terpilih pada Januari 2020 lalu menanggapi positif rencana pembelian persenjataan tersebut. Hal ini seiring dengan keinginan Taiwan yang memang ingin membeli senjata untuk meningkatkan dan menguatkan pertahanan Taiwan sebagai prioritas utama.

Dilansir PORTALSURABAYA.com dari reuter, isu Taiwan sebagai salah satu provinsi yang akan ditarik paksa untuk masuk menjadi salah satu wilayah provinsi di RRC sudah sekian lama menjadi isu sensitif bagi China, terutama masalah teritorial.

Baca Juga: Fakta Lingkaran Merah di Tabung LPG Adalah Indikator Ledakan, Benarkah?

Dengan semakin merapatnya Taiwan ke AS, tentu saja hal ini menjadi kendala yang besar bagi China, apalagi diketahui Taiwan berencana membeli tujuh sistem persenjataan canggih dari AS. Tentu saja hal ini membuat Beijing meradang.

Langkah Beijing yang dinilai Washington semakin agresif di wilayah tersebut, membuat Washington mengambil keputusan untuk menciptakan penyeimbang militer terhadap pasukan China, dengan cara membangun upaya yang dikenal oleh Pentagon sebagai Benteng Taiwan.

Meski militer Taiwan sangat terlatih dengan baik dan dilengkapi dengan sebagian besar perangkat perang yang canggih dari AS, tetapi China memiliki keunggulan jumlah pasukan dan alutsista yang sangat besar.

Halaman:

Editor: Argo Santoso


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X