Ular Kepala Dua Berkeliaran di Perumahan, Gigitannya Bisa Sebabkan Kematian

- 14 Agustus 2020, 15:13 WIB
Ular Russell's viper berkepala dua salah satu fenomena alam yang langka. /

PORTALSURABAYA.com - Biasanya, ular berbahaya ditemukan di alam liar. Berbeda dengan yang satu ini, ular berbisa berkepala dua ditemukan berkeliaran di sekitar perumahan daerah Maharashtra, bagian barat India.

Ular itu berjenis Russell's viper (Daboia russelii) dikenal juga dengan spesies ular beludak dan tergolong salah satu ular paling berbahaya di Asia, bahkan dunia. Panjangnya hanya 11 cm dengan masing-masing kepalanya kembar berukuran sekitar 2 cm.

Seorang pria asal India sempat membagikan sebuah video mengenai ular kepala dua melalui akun Twitternya, @susantananda3

Baca Juga: Warisan Leluhur Diinjak-Injak, Gedung DPRD Pasang Karpet Bermotif Batik Mega Mendung

"2x lipat lebih bahaya. Ular berkepala dua, Viper Russell's di Maharashtra berhasil diselamatkan. Kelainan genetiknya menyebabkan tingkat kelangsungan hidupnya yang rendah di alam liar.

Ular Russell's Viper ini jauh lebih berbahaya daripada ular berbisa lainnya karena tetap dapat mengancam Anda meskipun selamat dari gigitannya." tulisnya.

Terlihat dalam video berdurasi 20 detik itu, sebuah ular pendek meliuk-liuk diatas daun.

 
Menurut National Geographic, ular dengan dua kepala adalah hewan langka dan biasanya, tidak berumur panjang di alam liar. Genetik mereka yang langka dan tidak normal bisa mengganggu usaha binatang ini dalam mencari mangsa. 
 
Sebab, setiap kepala akan saling berlawanan untuk mengikuti naluri masing-masing menangkap mangsanya. 
 
Ular bekerja dengan baik melalui penciuman, dan jika satu kepala menangkap bau mangsa di kepala yang lain, dikhawatirkan akan menyerang dan mencoba saling menelan kepalanya.
Ular berkepala dua itu juga akan dijadikan objek penelitian, karena dianggap fenomena alam yang sangat langka. Untuk menjaga keamanannya, lokasi tempat ular tersebut tidak dipublikasi.
 
 
"Ular itu masih hidup dan disimpan di lingkungan yang aman. Karena protokol Departemen Kehutanan, kami tidak dapat mengungkapkan lokasi ular sekarang," jelas, Petugas Dinas Kehutanan India, Susanta Nanda seperti yang dilansir dari Mirror.
 
Menurut University of Michigan, ular Russell's viper adalah salah satu ular paling berbahaya di Asia dan menyebabkan ribuan kematian setiap tahunnya. Setelah seseorang digigit, mereka mengalami gejala seperti rasa sakit yang luar biasa, muntah, pusing hingga gagal ginjal.
 
World Health Organization (WHO) juga mengatakan, gigitan ular adalah masalah kesehatan masyarakat yang sering kali diabaikan. Padahal, ada sekitar 5,4 juta kasus orang digigit ular setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 137.880 korban jiwa.
 
 
Gigitan ular juga menyebabkan sejumlah korban harus diamputasi, serta mengalami cacat permanen. Sebagian besar kasus gigitan ular ini terjadi di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
 
Maka dari itu, setelah ular tersebut ditemukan, langsung dibawa ke fasilitas hewan khusus untuk menjalani perawatan. Jika dibesarkan di penangkaran, akan ada peluang lebih besar karena penjaga bisa mencegah mereka tidak saling makan.***

Editor: Tifa Fauliza


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X