Pemimpin Agama Dunia Mengutuk Potensi Genoside Pemerintah China Terhadap Minoritas di Uighur

- 10 Agustus 2020, 19:22 WIB
Ribuan rakyat minoritas Uighur hidup dalam kamp konsentrasi yang dibangun rejim komunis China, bahkan tidak sedikit dari mereka yang dipaksa diambil paksa organ tubuhnya untuk diperjual belikan. Foto: Ist /

PORTALSURABAYA.com - Penindasan brutal yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap minoritas Muslim Uighur, mendapat kecaman keras dari para pemimpin agama diseluruh dunia.

Belum lama ini setidaknya sekitar 40 pemimpin agama bersatu dan mengutuk keras kepada pemerintahan China dan segera menghentikan potensi genoside terhadap rakyat Uighur dan muslim lainnya di China.

Dilansir PORTALSURABAYA.com dari Dailymail, Minggu (9/8), para pemimpin agama tersebut menyebutkan, kejadian kekerasan yang dilakukan pemerintah China terhadap kaum minoritas Uighur dan kaum muslim berpotensi menjadi tragedi yang menyeramkan sejak tragedi Holocaust.

Beberapa dari mereka bahkan secara nyaring dan lantang menyuarakan keresahan Muslim Uighur yang sedang dihabisi oleh pemerintah China secara perlahan-lahan.

Kecaman dan kutukan tersebut bukan saja datang dari suara para pemimpin muslim di selurun dunia, suara lantang atas sikap arogan dan kekejaman pemerintahan China datang dari Mantan Uskup Agung Canterbury Rowan Williams, Rabbi Julia Neuberger serta pewakilan Dalai Lama Eropa.

Dalam aksi yang dilakukan bersama tersebut, para pemimpin agama dan tokoh agama mendukung pernyataan bersama yang mengutuk rezim komunias China yang sudah sekian lama ini melakukan penindasan keji terhadap Muslim Uighur.

Baca Juga: Begini Keadaan Gunung Sinabung Pasca Meletus Senin Pagi

Terlebih lagi dalam pernyataa bersama tersebut mereka menyatakan bahwa ada tujuan yang begitu nyata dan terlihat jelas dari otoritas China yang komunias untuk menghabisi identitas Uighur.

"Setidaknya satu juta orang Uighur dan Muslim lainnya di China ditahan di kamp penjara dan menglamii kelaparan, penyiksaan, pembunuhan, kekerasan seksual, kerja paksa hingga ekstraksi organ secara paksa,’’ ungkap para pemimpin itu.

Halaman:

Editor: Argo Santoso


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X