Jelang Pemilu AS, Beberapa Negara Ini Tak Mau Lihat Wajah Donald Trump Menjadi Presiden AS Kembali

- 10 Agustus 2020, 16:38 WIB
U.S. President Donald Trump signs executive orders for economic relief during a news conference amid the spread of the coronavirus disease (COVID-19), at his golf resort in Bedminster, New Jersey, U.S., August 8, 2020. REUTERS/Joshua Roberts - RC2W9I9WHO78 /Joshua Roberts/

PORTALSURABAYA.com - Sebentar lagi merupakan waktu pemilihan umum presiden di Amerika Serikat (AS).

Seperti yang dikabarkan sebelumnya bahwa Donald Trump akan maju kembali sebagai calon Presiden AS.

Sementara itu lawan Donald Trump untuk pemilu pada 3 November mendatang ialah Joe Bieden.

Baca Juga: Istana Melarang Pasang Foto Jokowi di Spanduk dan Baliho, Mengapa?

Donald Trump percaya bahwa dia adalah orang terakhir yang Rusia dan Tiongkok ingin lihat sebagai presiden AS.

"Orang terakhir yang ingin dilihat Rusia di kantor (Presiden AS) adalah Donald Trump, karena tidak ada yang lebih tangguh di Rusia daripada saya," kata Trump, seperti dilansir Tass pada Minggu 9 Agustus 2020.

Ketika diminta untuk mengomentari laporan dugaan campur tangan asing ke dalam pemungutan suara AS, Trump mengatakan pihaknya akan terus melakukan penyelidikan akan hal ini.

Baca Juga: Bingung Pilih Lomba 17-an? Berikut 5 Jenis Lomba yang Cocok Rayakan HUT RI ke-75 Saat Pandemi

"Kami akan melihat itu lebih dekat," ucapnya.

Seperti pernah ditayangan Warta Ekonomi pada artikel "Rusia, China, Iran Mau Trump Jadi Presiden AS Sekali Saja" yang bersumber dari SINDOnews, pernyataan itu muncul tidak lama setelah adanya laporan oleh Direktur Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional (NCSC), William Evanina.

Halaman:

Editor: Miftahul Ummah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X