Kehabisan Ide Menamai Temuan Baru, Jamur Ini Diberi Nama 'Karantina'

- 10 Agustus 2020, 09:44 WIB
Spesies Jamur Baru, Laboulbenia quarantenae /

PORTALSURABAYA.com - Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan spesies jamur baru yang dipublikasi melalui jurnal ilmiah MycoKeys. Uniknya, para ilmuwan seperti telah kehabisan ide menamai temuan baru tersebut, sehingga diberi nama 'Quarantenae' yang merujuk pada Karantina, sesuai dengan kondisi saat pandemi ini.

Jamur Laboulbenia quarantenae ini ditemukan tim ahli entomologi di tubuh arthropoda melalui studi komprehensif menggunakan lembaran putih yang diterangi sejumlah cahaya buatan di malam hari.

Dikutip dari IFL Science, Laboulbenia quarantenae adalah salah satu spesies jamur baru di Belgia dan Belanda yang tumbuh secara eksternal di tubuh Bembidion biguttatum, sejenis kumbang penghuni tanah.

Baca Juga: Berakhir Haru, Istri Merekam Momen Terakhir Sang Suami Coba Motor Baru sebelum Kecelakaan

Jamur ini bisa dibilang sangat langka dibandingkan dengan jamur se-genus lainnya yang lebih umum, Laboulbenia vulgaris.

Biasanya, jamur tumbuh dengan hifa (struktur jamur) atau miselium seperti benang bercabang. Namun, berbeda dengan Laboulbeniales yang akan menumbuhkan satu thallus tiga dimensi yang terdiri dari ribuan sel yang menempel pada organisme inang.

Selain jamur Laboulbenia vulgaris, spesies baru yang ditemukan oleh tim peneliti adalah Hesperomyces halyziae, jamur baru yang berbeda dari L quarantenae dalam menghasilkan haustorium, hasil hifanya menembus bagian luar inang arthropoda.

Baca Juga: Misteri Si Dari Pusat Galaksi di Sagitarius A, Diduga Dari Black Hole Raksasa

Berkat adaptasi tersebut, jamur Hesperomyces halyziae mempunyai akses untuk masuk ke rongga tubuh inang dan cairan peredaran darah yang dikandungnya, sehingga dapat meningkatkan luas permukaan tempat mereka mencuri nutrisi dan mengencangkan cengkeraman mereka pada inang mereka.

Penulis penelitian ini menyatakan bahwa arthropoda dan jamur yang menungganginya adalah contoh dari "perlombaan senjata evolusioner", karena masing-masing dari mereka harus mengembangkan pertahanan baru agar tetap bertahan hidup.

Halaman:

Editor: Tifa Fauliza


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X