Tuduh Dokter Filipina Lakukan Revolusi, Duterte Malah Ancam Basmi Pasien Positif Covid-19

- 4 Agustus 2020, 07:50 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Presiden Filipina sarankan rakyatnya untuk mencegah Covid-19 sebaiknya mencuci masker menggunakan bensin, dan dia berkata hal itu serius./AFP via Pikiran Rakyat /

PORTALSURABAYA.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan kembali melakukan lockdown di kota-kota besar di Filipina.

Penguncian ketat itu akan dilakukan mulai Selasa, 4 Agustus 2020 di Manila dan sekitarnya.

Langkah tersebut dilakukan karena jumlah peningkatan kasus positif Covid-19 di negara Filipina tak kunjung mereda, bahkan kini jumlah kasus di negara itu telah menembus angka 100.000.

Baca Juga: Begini Asal-Usul Ledakan di Natuna yang Memakan Korban Jiwa

Dalam paparannya pada Senin 3 Agustus 2020 pagi, Duterte mengatakan Kota Manila dan provinsi terdekat seperti Laguna, Cavite, Rizal, dan Bulacan akan diterapkan lockdown hingga 18 Agustus 2020 nanti.

Namun langkah Duterte ini kurang mendapatkan respon positif dari para sekutunya yang mengingatkan bahwa lockdown akan mengakibatkan ekonomi semakin melemah.

Kendati ditolak sekutunya, Duterte tetap akan menerapkan lockdown setelah diprotes oleh 80 kelompok lokal yang mewakili 80.000 dokter dan satu juta perawat agar menerapkan kontrol yang lebih ketat.

Baca Juga: Begini Kisah Tunawisma yang Mencari Masker di Tumpukan Sampah Agar Tidak Kena Denda Dari Pemerintah

Sementara sebelumnya para dokter dan tenaga medis lain juga telah mengibarkan bendera putih dan menyerah melawan Covid-19 dan menyampaikan tuntutan untuk melakukan penguncian.

Halaman:

Editor: Miftahul Ummah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X