Amerika dan Eropa Terus Desak Arab Saudi Bebaskan Pangeran Demawan yang Dipenjara

- 3 Juni 2020, 13:22 WIB
Pangeran Saudi Salman bin Abdulaziz yang dipenjara tampaknya tidak memiliki ambisi politik.* /AFP

PORTALSURABAYA.com – Salah satu pangeran Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz saat ini ditahan. Penahanan tersebut memicu pihak Amerika Serikat dan Eropa untuk membuat petisi kepada pemerintah Arab untuk membebaskannya.

Pangeran Salman bin Abdulaziz dan ayahnya telah ditahan sejak Januari 2018 lalu.

Penahanan tersebut merupakan bagian dari tindakan keras putra mahkota, Mohammed bin Salman yang ingin menyingkirkan seluruh rivalnya untuk mendapat kekuasaan.

Tidak hanya keluarga, bahkan mantan pembantu pangeran dan sejumlah pejabat intelijen juga ditahan, yang mana melarikan diri ke Kanada.

Baca Juga: Begini Tahapan dan Cara Daftar UTBK-SBMPTN 2020 Melalui Situs LTMPT

Baca Juga: Kecewa, Widi Mulia Belum Juga Jenguk Dwi Sasono di Tahanan

Baca Juga: Guru Besar FK-Unair, Probiotik Dapat Bangkitkan Imun Tubuh.

Target yang paling tidak mungkin adalah Pangeran Salman, 37 tahun yang berpendidikan di Universitas Sorbonne Paris, yang tampaknya tidak berambisi di dunia politik dan mendapatkan reputasi sebagai "cek kosong berjalan" untuk mendanai proyek-proyek pembangunan di negara-negara miskin.

"Ini bukan hanya penangkapan yang melanggar hukum. Ini penculikan siang hari. Ini adalah penghilangan paksa," kata seorang rekan pangeran itu dikutip Pikiran-Rakyat.com dari AFP.

Setelah ditahan selama sekitar satu tahun di penjara Al-Ha'ir dengan keamanan tinggi dekat Riyadh dan kemudian di sebuah vila pribadi dengan ayahnya Pangeran Abdulaziz bin Salman, sang pangeran dipindahkan ke situs penahanan rahasia pada bulan Maret.

Halaman:

Editor: Rahmanto Elfian


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X