EVITA Kolaborasi tentang Rindu dalam keadaan Pandemi Covid-19

- 25 Mei 2020, 10:41 WIB
Produser Rifo Octavian a.k.a Rifofo dan Gandhi Prasetya a.k.a Gandhi Shiro kembali berkolaborasi dan menghasilkan single yang diberi judul ‘EVITA’.

PORTALSURABAYA -Ditengah masa Pandemi yang tak kunjung surut, Produser Rifo Octavian a.k.a Rifofo dan Gandhi Prasetya a.k.a Gandhi Shiro kembali berkolaborasi dan menghasilkan single yang diberi judul ‘EVITA’.

Sebelumnya keduanya pernah berkolaborasi dengan menghasilkan karya single ‘Evelyn’ yang dinominasikan dalam AMI Awards 2019 untuk kategori Karya Produksi Progressive Terbaik.

Tetap dengan nuansa Jawa Timuran yaitu Banyuwangi, pembuatan single ‘EVITA’ melibatkan tiga kolaborator lain; mereka adalah Radhica Isac yang berasal dari Moldova- Rumania yang tinggal di inggris ,.Eka Ayu Wulandari dari STKW (Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta) Surabaya dan rapper DRT yang sejak 2017 bekerja sama dengan Rifofo.

Gandhi Prasetya mengatakan single ‘EVITA’ bercerita tentang kerinduan pada sosok yang bisa menenangkan dan menentramkan, sosok yang tak terlupakan dan selalu dipuja.

Diceritakan pula bahwa sosok tersebut tengah terpisah, berjarak jauh dengan yang merindukannya; maka yang dapat dilakukan adalah terus berkarya dengan kesabaran menanti—hingga tiba waktunya untuk bertemu kembali dengan si penenang.

Dalam single ‘EVITA’, Rifofo dan Gandhi bereksplorasi secara aransemen dan dalam mengarahkan secara bahasa untuk lirik—dan juga memasukkan puisi.

"Musik ‘EVITA’ dibuat dengan memadukan musik Banyuwangi dengan Cina; keduanya memiliki kemiripan nada. Perpaduan tersebut juga diberi sentuhan modern dari musik trap, berasal dari bagian selatan Amerika, yang kini banyak terdengar sebagai pengiring rap -bagian dari hip hop culture di Amerika" lanjut Gandhi.

"Bahasa yang digunakan adalah Rumania untuk puisi, Indonesia untuk rap, dan Osing untuk nyanyian" katanya.

Sementara Rifo Octavian mengatakan, puisi berbahasa Rumania yang dibacakan oleh Radhica diawali dengan “Mi-e dor de cineva care mă poate înțelege .. (I miss someone who can understand me ..)”.

"Dalam bahasa indonesia yang artinya (Kalau rindu itu kamu maka jarak adalah ke mana ‘ku menuju), awal dari lirik rap DRT kemudian disambut dengan refrain berbahasa Osing dari Eka, “Durung wayahee, kembang isun teko” (belum waktunya,datang yang dipuja/kupuja)" kata Rifo.

"Barisan kata dan kalimat dari para kolaborator pun meneguhkan tema lagu tentang kerinduan yang mendalam, begitu diharapkan (“Sing sun angen-angen”) hingga terngiang-ngiang (‘kantru-kantru’)—dengan kesadaran bahwa perjumpaan pengobat kerinduan belum dapat terjadi sampai tiba saatnya karena sudah adanya ‘perjanjian’ untuk bertemu kembali (‘semayane’)" tambahnya.

Halaman:

Editor: Julian Romadhon


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X