Nissan Motors Pertimbangkan Kembali PHK 20.000 Karyawannya

- 25 Mei 2020, 11:05 WIB

PORTALSURABAYA.com - Sebuah bocoran dari laporan Kyodo menyebutkan, Nissan Motor Co sedang mempertimbangkan untuk kembali melakukan PHK 20.000 pekerjanya di Eropa dan negara-negara berkembang.

Dikutip dari Reuters dalam laporan tersebut Nissan menuliskan alasan PHK massal yang akan dilakukan Nissan karena raksasa otomotif asal Jepang ini sedang berjuang selama lebih dari 3 tahun akibat dari penjualan kendaraan yang kurang baik ditambah dengan adanya wabah virus Corona yang telah semakin membuat dalam keterpurukan Nissan selama ini.

Sebelumnya, Nissan pada Juli 2019 lalu telah memangkas sebanyak 12.500 karyawannya. Artinya hampir 10% dari 140.000 tenaga kerjanya telah dirumahkan selama ini.

Jika Nissan kembali akan merumahkan 20.000 karyawannya dalam waktu dekat, itu sama artinya Nissan kembali mengulang catatan jumlah PHK yang pernah dilakukannya pada krisis keuangan global di tahun 2009. Dan bahkan catatan jumlah PHK yang dilakukan Nissan akan lebih tinggi dibandingkan dengan PHK massal yang pernah dilakukannya di tahun 2009.

Bahkan sebelum penyebaran coronavirus, penjualan dan laba Nissan telah merosot dan terbakar melalui uang tunai, memaksanya untuk membatasi rencana ekspansi agresif yang diupayakan oleh pemimpin terguling Carlos Ghosn.

Sebagai hasilnya, ini akan fokus pada penguatan kerja sama dengan Renault SA dari Perancis dan Mitsubishi Motors Corp, untuk memanfaatkan kekuatan regional dan teknologi yang lebih baik dari ketiga pembuat mobil, dan mengkonsolidasikan kemampuan produksi.

Menteri Keuangan Prancis pada hari Jumat (22/5) mengatakan, masa depan Renault dipertaruhkan jika tidak mendapatkan bantuan segera, sementara Mitsubishi awal minggu ini melaporkan penurunan 89% dalam laba tahunan pada tahun yang berakhir 31 Maret 2020.

Reuters melaporkan bahwa manajemen Nissan menjadi yakin bahwa mobil itu harus jauh lebih kecil dan kemungkinan akan memotong 1 juta mobil dari target penjualan tahunannya, sambil melihat peran yang lebih besar bagi Amerika Serikat dan China dalam penjualan mobil.

Nissan juga berencana untuk mengurangi bisnis Eropa dan mengalihkan fokusnya ke SUV dan kendaraan komersial, lapor Reuters.(*)

Halaman:

Editor: Argo Santoso


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X