Monolog Pasca Pandemi Dody Yan Masfa, Keberadaan Personaliti Para Aktor Mengalami Kooptasi Kondisi

- 18 Juli 2020, 13:48 WIB
Salah satu pertunjukan monolog. Foto: Julian
Salah satu pertunjukan monolog. Foto: Julian /

PORTALSURABAYA - Panjangnya masa pandemi di Surabaya membuat seluruh warga turut mendoakan agar pandemi berlalu. Itu menjadi harapan seluruh lapisan masyarakat khususnya pelaku seni pertunjukan yang telah lama merumahkan diri.

Kegiatan pertunjukan yang bersifat live, untuk sementara diberhentikan karena berbagai faktor hal yang tak memungkinkan.

Baik sutradara, aktor, maupun pekerja panggung lainnya serta para apresiator, kami rasa dalam situasi pandemi sudah sedemikian rindu dengan adanya pertunjukan live yang memberikan rasa haru-biru, girang, suasana ruang pertunjukan dan peristiwa pertemuan aktor dengan penontonnya.

Hal ini yang membuat Komite teater Dewan Kesenian Surabaya (DKS) mencetuskan gagasan untuk memuja ruang ekspresi-silaturahmi secara virtual antara kreator dan penonton dengan menyelenggarakan program Monolog Pasca Pandemi, sebagai doa pengharapan agar pandemi ini benar-benar segera berakhir.

Dody Yan Masfa selaku katua komite teater Dewan Kesenian Surabaya (DKS) mengatakan, Dalam masa pandemi, keberadaan personaliti para aktor mengalami kooptasi kondisi pandemi yang memaksanya berada pada ruang personal dalam waktu yang cukup lama.

"Monolog yang identik dengan ekspresi personality art, terbatasi dengan realitas personal berupa jaga jarak, dirumah saja, menjaga diri dengan masker, tidak berkerumun, yang mana latihan dan kegiatan berkesenian dilakukan dengan cara sangat terbatas pula" ujarnya.

Dody melanjutkan, Ketidaknyamanan yang telah berlarut-larut dialami dengan seharusnya menjadikan seniman untuk mengambil langkah dan berani mengalami masa transisi dengan segera.

"Kami mengharapkan program ini menjadi refleksi dan wawas diri bagi aktor serta pelaku seni lainnya dalam menjalani dunia berkesenian di pasca pandemi" katanya.

"Ruang pertunjukan memang kita rindukan, namun dalam situasi yang masih mengkhawatirkan, ruang virtual menjadi hal yang tak tabu lagi untuk dilakukan dan merupakan pilihan dalam menyikapi transisi menuju masa normal baru" lanjutnya.

Dody berharap program Monolog Pasca Pandemi dapat memberikan ruang nafas bagi segala pihak dalam berekspresi dan berapresiasi, serta semoga segera setelah keadaan lebih membaik, perjumpaan ruang pertunjukan akan menjadi keniscayaan bagi kita semuanya.***

Halaman:

Editor: Julian Romadhon


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X