Beli HP? Pastikan IMEI Sudah Terdaftar Jika Tidak Ponselmu Ilegal, Ini Konsekuensinya

- 17 September 2020, 10:24 WIB
Ilustrasi. Ponsel BM akan diblokir pemerintah. Cek nomor IMEI Anda di laman resmi kemenperin. /instagram.com/@psstore_jakarta

PORTALSUABAYA.COM - Sejak pertengahan 2019 hingga saat ini pemerintah Indonesia terus berusaha untuk mengendalikan pergerakan ponsel ilegal atau yang biasa disebut Balck Market (BM).

Bahkan, pada April lalu pemerintah telah gencar melakukan pemblokiran Handphone (hp) Black Market (BM) atau ponsel ilegal melalui identifikasi International Mobile Equipment Identity (IMEI).

Untuk itu, masyarakat yang akan membeli perangkat HKT terlebih dahulu memastikan IMEI-nya tercantum pada kemasan dan perangkat HKT serta mengecek IMEI perangkatnya di https://imei.kemenperin.go.id.

Selanjutnya melakukan uji coba perangkat yang akan dibeli dengan memasukkan SIM card. Pastikan perangkat tersebut mendapatkan sinyal dari operator. Jika tidak mendapat sinyal, patut diwaspadai bahwa perangkat tersebut tidak terdaftar.

Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya pencurian data pribadi yang bisa berpotensi digunakan sebagai alat penipuan, pencemaran nama baik, pornografi, perjudian, hingga mengubah tampilan situs. Tidak hanya itu, negara juga akan dirugikan dengan tidak adanya pajak.

Asal tahu saja, kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejahatan data pribadi sangat kecil persentasenya dibanding kejahatan siber lain. Untuk itu, guna mengantisipasi adanya pencurian data pribadi melalui ponsel black market, Portalsurabaya.com telah merangkum apa saja konsekuensi yang didapat ketika menggunakan ponsel ilegal.

Baca Juga: Akan Rilis Model Terbaru, Samsung Beri Bocoran Terkait Model Ponselnya

1. Selain pencurian data, ponsel BM juga rentan rusak

Meskipun ponsel BM dikatakan merupakan barang berkualitas, bukan berarti kamu aman dari ancaman kerusakan. Apa pun bisa terjadi, ponsel BM kamu bisa saja rusak karena faktor tertentu. Misalnya, karena ulah kamu sendiri atau justru karena ponsel tersebut memang tidak berkualitas.

Halaman:

Editor: Putri Ayu Andar Wanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X