Berikut Daftar Fakta dari Pindad, Sang Penguasa Amunisi Serta Senjata di Indonesia dan Dunia

- 12 Agustus 2020, 07:38 WIB
Tank HARIMAU buatan Pindad termasuk jenis medium tank.* //Dok. Pindad

PORTALSURABAYA.com - PT Pindad (Persero) adalah perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial di Indonesia serta memperkerjakan sekitar 3000 karyawan.

PT Pindad merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 29 April 1983 (hari jadi) dan masuk dalam cluster industri pertahanan.

Pada 3 Agustus 2016, Pemerintah melalui Kementerian BUMN menunjuk Abraham Mose sebagai Direktur Utama menggantikan Silmy Karim.

Baca Juga: Berikut Daftar 93 Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik, Indonesia Nomor Berapa?

Sejarah Pindad bermula dari didirikannya Contructie Winkel (CW) di Surabaya pada 1808 atas perintah Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels.

Pada perkembangan selanjutnya, tanggal 1 Januari 1851 CW diubah namanya menjadi Artilerie Constructie Winkel (ACW). Lembaga ini kemudian dipindahkan secara bertahap ke Bandung antara tahun 1918 hingga 1920.

Saat meletus Revolusi Fisik, tanggal 9 Oktober 1945, Laskar Pemuda Pejuang berhasil merebut ACW dari tangan Jepang dan menamakannya Pabrik Senjata Kiaracondong.Tetapi pabrik ini kemudian berhasil direbut oleh Sekutu dan kembali digunakan Belanda.

Baca Juga: Dituding Menghina Orang Tua Melalui Medsos, Seorang Anggota DPRD Laporkan Anak Sendiri ke Polisi

Barulah pada 1950 Belanda menyerahkan pabrik tersebut kepada pemerintah Indonesia, kemudian pabrik tersebut dinamai Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM). Tanggal 1 Deesember 1958 PSM berganti nama menjadi Pabrik Alat Peralatan Angkatan Darat (Pabal AD).

Barulah pada tahun 1962, nama Pabal AD diubah menjadi Perindustrian TNI Angkatan Darat (Pindad). Tahapan pengembangan di era Pindad lebih berfokus pada tujuan pembinaan yang disesuaikan dengan prinsip-prinsip pengelolaan terpadu dan kemajuan teknologi mutakhir. Proses produksi Pindad pun dilakukan untuk mendukung kebutuhan TNI Angkatan Darat.

Halaman:

Editor: Miftahul Ummah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X