Pedagang Ritel Makin Berkembang Di Masa Pandemi

- 30 Mei 2020, 10:19 WIB
Foto: ist

PORTALSURABAYA -Surabaya telah mengakhiri PSBB tahap III dan memasuki New Normal yang jatuh tepat pada Senin (1/6/2020). Sejumlah pengusaha Jawa Timur telah memprediksi kinerja ekspor pada kuartal I/2020 ini tergerus 0,25 persen sampai 0,40 persen akibat wabah Virus Corona atau Covid-19.

Para pengusaha hotel gulung tikar, pedagang kecil menjerit, ribuan karyawan di rumahkan bahkan di PHK.

Ini yang membuat Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) meresmikan dan meluncurkan program Belanja di Warung Tetangga.

Program tersebut sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat terhadap produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sekaligus mempermudah memasok kebutuhan sehari-hari masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan menyambut datangnya New Normal. 

Seperti yang telah disampaikan melalui persrilisnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Perum Bulog dan sembilan klaster pangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meliputi RNI, Berdikari, Perindo, Perinus, PT Garam, BGR, PPI, SHS, dan petani dalam program tersebut. Mereka sebagai warehouse untuk warung UMKM atau koperasi.

Salah satu bisnis yang tetap tumbuh di masa pandemi virus korona adalah pedagang ritel. Terutama, yang melayani kebutuhan sehari-hari seperti produk segar semacam sayur dan buah-buahan.

Toko Ritel ataupun pedagang 'klontong' dengan menggunakan berbagai carapun tetap akan berkembang, karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan seruan untuk tetap berada di rumah membuat sebagian orang membeli produk segar tersebut lewat kanal online. Terutama, melalui platform penjualan produk sayur- mayur dan buah-buahan.

Salah satunya adalah pedagangvsayuran yang melalui online, bisa melalui Whatsapp dan lainclain. Penerapan PSBB dan seruan tidak keluar rumah kecuali terpaksa, untuk mencegah penyebaran virus corona, rupanya membawa berkah bagi para pedagang online tersebut.

Sementara Sintia Tara (24) salah satu karyawan Hotel Garden Palace Surabaya yang dirumahkan mengeluhkan yang terjadi saat ini.

"Untuk saat ini saya akan mengembangkan usaha toko online bersama suami yang sudah terlihat mulai berkembang" ujarnya saat ditemui di depan Hotel Garden Palace Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (30/5/2020).

Halaman:

Editor: Julian Romadhon


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X